Virus Covid-19 - Image from sg.weibo.com
Beijing, Bolong.id - Hasil riset ini sangat mengejutkan. Riset oleh Lille Center dari Institut Kesehatan Prancis bekerjasama Penelitian Medis Nasional Prancis, hasilnya bahwa infeksi Covid-19 berdampak pada otak manusia. Efeknya ada dua: Penuaan otak atau disfungsi testis pada pria.
Dilansir dari cctv.com Rabu (23/3/2022), Vincent Prevot, direktur penelitian tersebut, mengatakan kepada media massa Prancis, bahwa tim mempelajari efek jangka panjang orang yang terkena Covid-19. Bukan dalam jangka pendek.
Para peneliti awalnya menguji pada tikus dan hamster yang diinjeksi virus Corona. Tes dilakukan berulang-ulang dalam dua tahun terakhir ini.
Hasilnya, otak tikus dan hamster terpengaruh dalam jangka panjang. Pengaruhnya, itu tadi: Penuaan otak atau disfungsi testis (tepatnya mandul).
Dilanjut riset terhadap manusia. Dilakukan terhadap 60 orang positif Covid-19 yang dirawat di RS di Prancis (tidak disebut nama RS-nya). Hasilnya, kurang-lebih sama dengan hasil riset terhadap tikus.
Kini sedang berlangsung riset yang sama, terhadap 50 orang pasien Covid-19 di RS Prancis. Riset masih berproses.
Tim peneliti masih menyelidiki, apakah neuron fungsi reproduksi pasien Covid-19 rusak total, atau hanya terganggu. Dan, seberapa tingkat ketergangguan..
Prevot mengatakan, belum diketahui apakah bayi yang terinfeksi Corona mengalami dampak yang sama dengan orang dewasa.
Percobaan dengan tikus menunjukkan bahwa bahkan gejala ringan dapat mempengaruhi otak dan berpotensi menyebabkan penyakit degeneratif dalam waktu 20 sampai 30 tahun, kata tim peneliti.
"Sejak awal pandemi covid-19, ada kecurigaan bahwa infeksi Covid-19 dapat berdampak pada otak, dan beberapa penelitian telah mengkonfirmasi hal ini secara resmi," kata Prevot.
Pada tahun 2021, sebuah penelitian oleh Institut Pasteur di Prancis mengkonfirmasi bahwa virus covid-19 dapat menginfeksi otak dengan menginfeksi neuron di rongga hidung.
Studi bersama lain oleh Institut Penelitian Kesehatan dan Medis Nasional Prancis dan Institut Pasteur menemukan bahwa virus corona baru dapat menyerang sel-sel endotel serebrovaskular otak manusia dan menyebabkan pendarahan mikro.
Pada bulan Maret tahun ini, sebuah penelitian di Universitas Oxford di Inggris berdasarkan pengamatan jangka panjang terhadap sejumlah besar pasien mengkonfirmasi bahwa infeksi virus corona baru, bahkan dengan gejala ringan, dapat menyebabkan kerusakan otak.
Rata-rata, infeksi SARS-CoV-2 menyebabkan 0,2 hingga 2% lebih banyak kehilangan jaringan otak daripada orang tanpa penyakit, setara dengan satu tahun penuaan otak.
Sistem saraf yang paling terpengaruh adalah area yang terkait dengan rasa dan penciuman, dan hilangnya penciuman dan rasa adalah salah satu gejala khas infeksi covid-19.
Selain itu, daerah otak yang terkait dengan memori juga dapat dipengaruhi oleh lesi, dan masih harus dilihat apakah efek ini tidak dapat diubah.
Dalam hal ini, Prevot mengatakan: "Asumsi sekarang adalah bahwa infeksi covid-19 dapat meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif. Ini bukan berita baik, kita telah melihat ini dalam pandemi lain abad terakhir."
Dilanjut: "Banyak pasien yang selamat dari Spanyol flu kemudian mengembangkan penyakit Parkinson. Kehilangan penciuman adalah salah satu gejala infeksi covid-19 dan tanda peringatan penyakit Parkinson dan Alzheimer." (*)
Advertisement