Lama Baca 4 Menit

Manfaat Makan Kacang Kenari, Bisa Bantu Kurangi Kadar Kolesterol Jahat?

12 September 2021, 09:59 WIB

Manfaat Makan Kacang Kenari, Bisa Bantu Kurangi Kadar Kolesterol Jahat?-Image-1

Walnut atau kenari - Image from sohu

Bolong.id - Walnut atau kenari adalah kacang yang umum dalam makanan sehari-hari, dan peran pentingnya dalam kesehatan telah diketahui. 

Dilansir dari Sohu Health padan Sabtu (11/9/2021), sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal unggulan "Circulation" dari American Heart Association menunjukkan bahwa makan kenari dalam jumlah sedang setiap hari selama dua tahun berturut-turut dapat secara perlahan mengurangi tingkat kolesterol low-density lipoprotein (LDL), atau kolesterol jahat.

Ini adalah uji coba terkontrol acak besar selama dua tahun yang melibatkan 708 peserta sehat berusia 63 hingga 79 tahun, 68% di antaranya adalah wanita. Peserta secara acak dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi aktif dan kelompok kontrol. 

Orang-orang yang ditugaskan ke kelompok intervensi menambahkan sekitar setengah cangkir kenari ke dalam makanan mereka, sementara peserta dalam kelompok kontrol tidak makan kenari. 

Dua tahun kemudian, tingkat kolesterol peserta diuji, dan konsentrasi serta ukuran lipoprotein dianalisis dengan spektroskopi resonansi magnetik nuklir untuk lebih akurat mengidentifikasi karakteristik lipoprotein yang terkait dengan risiko penyakit kardiovaskular.

Sebanyak 628 peserta menjalani analisis lipoprotein lengkap. Melalui analisis data, peneliti mencapai kesimpulan sebagai berikut:

Partisipan yang mengonsumsi kenari setiap hari memiliki kadar kolesterol LDL yang lebih rendah, dengan rata-rata 4,3 mg/dl dan kolesterol total 8,5 mg/dl.

Konsumsi kenari setiap hari dapat menurunkan jumlah total partikel LDL sebesar 4,3% dan jumlah partikel LDL kecil dan padat sebesar 6,1%. Perubahan ini dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.

Partisipan yang mengonsumsi kenari juga mengalami penurunan kolesterol medium density lipoprotein (IDL). Dalam dekade terakhir, kolesterol IDL telah menjadi faktor risiko kardiovaskular independen dari kolesterol LDL.

Perubahan kolesterol LDL pada kelompok kenari bervariasi menurut jenis kelamin. Kolesterol LDL menurun sebesar 7,9% pada pria dan 2,6% pada wanita.

Data dari American Heart Association menunjukkan bahwa dalam kenari - Kandungan asam lemak sangat tinggi. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kacang-kacangan, terutama kenari, dikaitkan dengan tingkat kejadian penyakit jantung dan stroke yang lebih rendah, karena dapat menurunkan kadar kolesterol LDL.

Dalam studi terbaru ini, peneliti menemukan alasan lain: makan kenari sering mengubah karakteristik partikel LDL, yaitu membantu mengurangi jumlah total partikel LDL dan jumlah partikel LDL kecil dan padat.

Penulis studi, Dr. Emilio ROS, direktur klinik lipid dari Departemen Endokrinologi dan layanan nutrisi Rumah Sakit Kota Barcelona, ​​Spanyol, menunjukkan bahwa partikel LDL memiliki berbagai ukuran. 

Diantaranya, partikel LDL kecil dan padat lebih erat kaitannya dengan aterosklerosis. Studi ini tidak hanya menganalisis perubahan kadar kolesterol LDL, tetapi juga sepenuhnya memahami efek dari semua lipoprotein dan makan kenari setiap hari dalam meningkatkan risiko kardiovaskular.

ROS menekankan bahwa bagi orang dengan kadar kolesterol darah tinggi, diet kaya kacang dapat secara signifikan menurunkan kadar kolesterol LDL. Makan segenggam kenari setiap hari adalah cara paling sederhana untuk meningkatkan kesehatan jantung.

Perlu dicatat bahwa kenari adalah kacang lemak, dan komponen utamanya adalah lemak dan protein, sehingga kalorinya relatif tinggi. Setiap 100 gram kenari memiliki 654 kkal kalori. Karena itu, berhati-hatilah untuk tidak makan terlalu banyak, yang terbaik adalah tidak makan kenari olahan.

Disarankan dalam pedoman diet untuk penduduk Tiongkok (2016) untuk makan 50-70g kacang (tidak termasuk kulit) setiap minggu. Hanya sekitar 10 gram per hari, sekitar 2-3 buah kenari kupas. (*)


Informasi Seputar Tiongkok