Lama Baca 3 Menit

IDNStore, Tombak Indonesia Terobos Pasar China

18 January 2021, 05:18 WIB

IDNStore, Tombak Indonesia Terobos Pasar China-Image-1

IDNStore, Tombak Indonesia Terobos Pasar China - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Jakarta, Bolong.id - Platform Dagang Digital Indonesia Store (IDNStore) diluncurkan secara virtual pada Kamis (14/1/2021). Djauhari Oratman, Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia mengatakan, dengan diluncurkannya IDNStore, peluang untuk masuk ke pasar Tiongkok dan sekitarnya akan terbuka lebar.

“Digitalisasi, salah satunya dengan adanya IDNStore diharapkan mampu mencapai celah-celah pasar yang tentunya tidak dapat dijangkau melalui kegiatan promosi konvensional. Apalagi, hal itu didukung juga dengan pesatnya pertumbuhan jumlah pengguna internet di Tiongkok,” pungkas Djauhari dalam acara peluncuran tersebut.

Djauhari kemudian menjelaskan, ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok, Hongkong, dan Taiwan pada periode Januari-november 2020 secara akumulatif mencapai USD 31,46 miliar dengan kontribusi terbesar berasal dari Tiongkok, yaitu sebesar USD 26,61 miliar.

Namun, Duta Besar RI tersebut pun mengingatkan bahwa kita tidak boleh bersantai karena pencapaian ini. “Mudah-mudahan dengan adanya IDNStore ini juga akan membawa perbaikan terhadap kinerja ekspor kita, namun demikian dengan angka-angka tersebut kita juga jangan terlena karena persaingan semakin ketat di Tiongkok peraturan-peraturannya juga semakin banyak,” imbuhnya.

Adapun komoditas ekspor utama Indonesia ke Tiongkok meliputi nikel, minyak sawit, batu bara, pulp, baja, kertas dan produk kertas. Sedangkan ke Hongkong yaitu produk perhiasan, batu bara, emas, peralatan komunikasi, sarang burung walet, elektronik, dan temakau.

Sementara itu, mesin dan peralatan listrik, plastik, kertas, besi dan baja, kain rajutan atau kaitan, filamen buatan, alumunium, tembaga, adalah komoditas yang diekspor ke Taiwan.

Mengingat sektor digital kini sangat menonjol di Tiongkok, Djauhari juga mengharapkan dimanfaatkannya platform digital ini oleh UMKM sehingga produk-produk Indonesia bisa menggempur pasar negara tirai bambu tersebut. “Sektor digital di Tiongkok mengalami perubahan yang transformatif, sudah banyak saya berkunjung dan menyaksikan hal tersebut. Nah Tiongkok, selain Amerika, sekarang memimpin di dunia sebagai ekonomi terbesar digital,” ujarnya. (*)


Esy Gracia/Penulis