Perkembangbiakkan sapi -Gambar diambil dari berbagai sumber segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami
Beijing, Bolong.id - Pemerintah Tiongkok siap mengakhiri impor daging sapi. Selama lima tahun terakhir, pemerintah mengembangkan peternakan sapi. Demikian pihak Akademi Ilmu Pertanian China mengatakan pada Selasa (26/1/21).
Pemerintah Tiongkok selama ini mengembangkan sapi jenis baru, disebut ternak Huaxi. Itu sapi hasil perkawinan silang sapi Simmental, sapi badan besar asal Swiss, dengan sapi asli Tiongkok, kata pihak akademi tersebut. Demikian dilansir dari China Daily (27/01/2021).
Perkembangbiakan dan budidaya, diharapkan lulus inspeksi sebelum akhir tahun depan, kata akademi.
Li Junya, wakil kepala Insitute of animal science of CAAS, mengatakan bahwa pembiakan sapi Huaxi dimulai pada tahun 1978, dan sekitar 20.000 dibesarkan di peternakan pembibitan di seluruh Tiongkok, katanya.
"Berdasarkan studi yang ada, produktivitas daging sapi ini lebih tinggi daripada kebanyakan ras sapi lain di dunia," kata Li.
Tiongkok mengandalkan impor untuk sebagian besar plasma nutfah sapi potongnya - bahan reproduksi seperti embrio dan semen beku - yang dibutuhkan untuk memproduksi daging setiap tahun. Meskipun sumber daya genetik ternak Tiongkok melimpah, ternaknya tidak tumbuh secepat atau menghasilkan daging sebanyak sapi asing, termasuk Simmental.
Diharapkan sapi Huaxi akan dipromosikan secara luas di dalam negeri setelah sertifikasi mereka tahun depan. Trah ini diharapkan menyumbang lebih dari setengah jumlah sapi potong yang dibesarkan di Tiongkok pada tahun 2025, menurut Li.
Sambil berusaha mengembangkan bibit sapi yang lebih produktif, para ilmuwan di Institut Ilmu Peternakan akan terus mengembangbiakkan dan mempromosikan sapi lokal dengan karakteristik berjasa, seperti memiliki rasa yang lebih enak, untuk memenuhi permintaan konsumsi masyarakat yang semakin meningkat, katanya.
Sementara itu, kerjasama dan pertukaran internasional akan terus memainkan peran penting dalam meningkatkan penelitian dan pengembangan ternak unggul dalam negeri, kata Li.(*)
Alifa Asnia/Penerjemah
Advertisement