Bolong.id - Kaki, khususnya tapak kaki, adalah bagian tubuh tersering mengalami pecah-pecah. Tumit kaki pecah-pecah terjadi saat kulit sangat kering hingga terlihat retak-retak seperti terbelah.
Bukan cuma tidak menarik secara estetika, kondisi tersebut dapat membawa ketidaknyamanan bagi Anda.
Jadi, jangan dianggap sepele, ya. Kita cari tahu penyebabnya.
1. Kekurangan air dan minyak
Tumit berbeda dengan kulit bagian tubuh lainnya. Karena gesekan dan tekanan, stratum korneum relatif tebal, kurang kelembaban dan minyak serta pelembab. Seiring waktu, mudah kehilangan kelenturan dan elastisitas serta menyebabkan pecah-pecah. Pada saat yang sama, beberapa orang lanjut usia lebih rentan terhadap tumit pecah-pecah karena atrofi kulit, berkurangnya kelenjar keringat, dan kelenjar sebaceous.
2. Defisiensi Qi dan Darah
Selain faktor eksternal dan penuaan fisiologis, penyakit ini sebagian besar disebabkan oleh kekurangan qi dan darah atau penyakit yang berkepanjangan dan kerusakan pada yin dan darah dari sudut pandang pengobatan tradisional Tiongkok, sehingga tidak memungkinkan untuk menutrisi kulit.
Merendam kaki - Image from TouTiao
Dilansir dari lama TouTiao Merendam kaki dapat menghilangkan rasa lelah sepanjang hari. Hanya perlu 15 hingga 20 menit untuk menjadi sangat efektif. Dapat melembutkan siku, meningkatkan sirkulasi, dan membuat metabolisme tubuh lebih baik. (*)
Advertisement