Lama Baca 3 Menit

Indeks Ekspektasi Ekonomi Makro China Pada Kuartal Pertama 2021 Meningkat

26 January 2021, 07:19 WIB

Indeks Ekspektasi
Ekonomi Makro China Pada Kuartal Pertama 2021 Meningkat-Image-1

Macro Economy - Image from Internet. Segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami

Beijing, Bolong.id - Menurut laporan survei yang dirilis oleh People's Bank of China, pada kuartal keempat tahun 2020, indeks ekspektasi ekonomi makro bankir Tiongkok adalah 33,6%, meningkat 8,0% dari kuartal sebelumnya. Untuk kuartal pertama tahun 2021 ini, indeks ekspektasi makroekonomi banker diperkirakan naik 7,2 % menjadi 40,8%.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa indeks kemakmuran industri perbankan adalah 67,9%, meningkat 1,9% dari kuartal sebelumnya dan turun 2,8% dari periode yang sama tahun 2019, dilansir dari people.com.cn, Senin (25/1/2021).

Sementara itu, indeks laba bank adalah 60,9%, meningkat 0,6 % dari kuartal sebelumnya dan turun 6,8% dari periode yang sama pada tahun 2019. Indeks persepsi kebijakan moneter adalah 58,2%, turun 7,8% dari kuartal sebelumnya dan meningkat 3,1% dari periode yang sama tahun 2019.

Laporan kuisioner wirausaha kuartal keempat tahun 2020 yang dirilis pada hari yang sama menunjukkan indeks ekspektasi ekonomi makro pengusaha sebesar 34,4%, meningkat sebesar 6,7% dari kuartal sebelumnya dan meningkat sebesar 2,6% dari periode yang sama pada tahun 2019. Di antara mereka, 64,6% pengusaha percaya bahwa ekonomi makro berada pada kondisi normal.

Dari sisi indeks pesanan ekspor dan indeks pesanan domestik, indeks pesanan ekspor pada kuartal keempat tahun 2020 sebesar 46,4%, meningkat 2,8% dari kuartal ketiga dan meningkat 3,1% dari periode yang sama tahun 2019. Di antara mereka, 20,3% pengusaha percaya bahwa pesanan ekspor meningkat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, 52,2% pungusaha percaya bahwa pesanan tersebut tidak mengalami peningkatan maupun penurunan atau "datar", sementara 27,5% lainnya percaya bahwa pesanan tersebut akan mengalami penurunan.

Indeks permintaan domestik adalah 55,0%, meningkat 2,1% dari kuartal sebelumnya dan meningkat 5,9% dari periode yang sama tahun 2019. Di antara pengusaha yang ikut berpartisipasi dalam survei, 26,8% pengusaha percaya bahwa permintaan domestik pada kuartal keempat tahun 2020 meningkat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, 56,5% menganggap bahwa indeks permintaan domestik "datar", dan 16,7% lainnya menganggap bahwa indeks permintaan domestik mengalami tren penurunan. (*)


[Matsnaa Chumairo/Penerjemah]