Lama Baca 3 Menit

Kantin Universitas di Tiongkok Perkenalkan Cara Baru Buat “Kosongin Piring”

17 September 2020, 15:13 WIB

Kantin Universitas di Tiongkok Perkenalkan Cara Baru Buat “Kosongin Piring”-Image-1

Kantin di Capital University of Economics and Business (首都经济贸易大学) - Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Tiongkok, Bolong.id – Pada awal semester baru ini, kantin di beberapa universitas di Beijing perkenalkan cara agar mahasiswanya menghindari buang-buang makanan, dan bersihkan piring yang sudah digunakan.

Dalam rangka mendorong dosen dan mahasiswa agar ‘mengosongkan’ piring mereka, selain menyediakan penyajian nasi untuk setengah porsi, kantin di Universitas Beihang (北航大学) mulai memproduksi dan menjual roti kukus ukuran mini dengan harga murah, dikutip People’s Daily, Kamis (17/9/20).



Salah satu kantin juga telah menyediakan hidangan gorengan berukuran kecil dengan setengah harga. Sementara kantin lain menyediakan layanan agar pembeli bisa mengambil sendiri makanan sesuai porsi yang diinginkan, dan membayar sesuai total berat makanan tersebut.

Layanan mengambil sendiri makanan dan membayarnya sesuai berat makanan, dapat kita temukan di kantin Universitas Tsinghua (清华大学).

Tak hanya itu, kantin pun menyediakan kemasan takeaway. Dengan begini, mahasiswa yang tidak menghabiskan makanannya saat makan di kantin bisa membawa sisa makanannya ke rumah atau asrama.

Sementara itu, kantin di Capital University of Economics and Business (首都经济贸易大学) memiliki cara yang unik. Dosen dan mahasiswa akan mendapat hadiah imbalan seperti kertas tisu, jika ‘mengosongkan’ piring mereka.

Pihak kampus juga berencana memperbaharui sistem cerdas, yang dapat membantu kampanye ini menjadi prosedur bagi kantin-kantin di universitas di Tiongkok.

Lain halnya dengan China Agricultural University (中国农业大学). Mahasiswa akan diberikan peralatan makan dengan desain universitas tersebut, jika memposting foto piring milik mereka yang sudah kosong ke sosial media.

Aktivitas ini mengajarkan mahasiswa baru sebagai pelajaran pertama mereka, dalam hal tidak membuang-buang makanan dan juga membuat suasana kampus yang menghargai makanan (*).