UBS Tiongkok - Image from : gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Beijing, Bolong.id - Selasa (23/6/20), seorang ekonom United Bank of Switzerland (UBS) mengatakan, angka produk domestik bruto (PDB) Tiongkok diperkirakan akan naik lebih dari delapan persen pada kuartal pertama tahun 2021. Hu Yifan (胡一凡), CIO regional dan kepala ekonom Tiongkok di UBS Global Wealth Management, memperkirakan bahwa PDB Tiongkok akan berubah positif pada kuartal kedua tahun ini. Pada kuartal ketiga dan keempat, ekonomi Tiongkok akan naik sebesar lima hingga enam persen, dan akan kembali normal menyamai tahun 2019 lalu, kata Hu Yifan, seperti dilansir pada CGTN.
Hu Yifan (胡一凡) melanjutkan, Tiongkok akan terus memperkenalkan kebijakan yang dpaat menjadi stimulus pertumbuhan ekonominya. Skala pengeluaran fiskalnya sangat besar sampai dapat menyumbang tujuh hingga delapan persen kepada PDB Tiongkok. Meskipun investasi pada bulan Januari 2020 sampai Mei 2020 masih negatif, data dalam satu bulan berubah positif pada April 2020, sekitar satu persen, dan mencapai tiga persen pada Mei 2020, catatan investasi juga melambung sangat cepat, karena didukung oleh sektor infrastruktur dan real estate.
Berikut beberapa alasan yang mendorong investor asing untuk berinvestasi di Tiongkok:
1. Konsumsi Tiongkok, terutama pada warga kelas menengah Tiongkok, terlihat menjanjikan di masa pandemi ini, investor asing yakin pada potensi ini;
2. Tiongkok mengangkat ambang batas ekuitas asing;
3. Perusahaan-perusahaan Tiongkok telah matang sehingga bisa memimpin banyak sektor industri, investor asing pun dapat membeli teknologi dan aset mereka, ketimbang kalau harus membangun dari awal.
Hu Yifan (胡一凡) menambahkan, pemulihan ekonomi di Tiongkok ditandai dengan output industri rebound dan juga tingkat konsumsi yang tinggi. Konsumsi pada barang-barang konsumen dasar dan kebutuhan kantor tumbuh lebih cepat, dan penjualan mobil juga melebihi ekspektasi.
Penulis: Della Shafira Putri
Advertisement