Lama Baca 3 Menit

CanSino akan Uji Kandidat Vaksin COVID-19 di Argentina dan Chili

23 November 2020, 12:46 WIB

CanSino akan Uji Kandidat Vaksin COVID-19 di Argentina dan Chili-Image-1

CanSino akan Uji Kandidat Vaksin COVID-19 di Argentina dan Chili - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Beijing, Bolong.id - CanSino Biologics Inc akan mulai menguji kandidat vaksin COVID-19 dalam uji klinis tahap akhir pada manusia di Argentina dan Chili.

Kandidat vaksin Ad5-nCoV yang menggunakan nama dagang Convidecia menggunakan virus flu biasa yang tidak berbahaya untuk membawa informasi genetik dari protein COVID-19 untuk mendapatkan respons kekebalan. Vaksin ini telah memulai uji klinis fase 3 di Pakistan, Rusia, dan Meksiko.

CanSino akan memulai analisis sementara dari hasil uji klinis fase 3 ketika 50 kasus infeksi ditemukan, kata Zhu Tao selaku kepala petugas ilmiah perusahaan. Zhu juga mengatakan bahwa pencapaian 50 kasus dapat dicapai lebih cepat dari perkiraan sebelumnya dilihat dari bagaimana virus menyebar, dilansir dari Reuters, Senin (23/11/2020).

Harapan tersebut menyusul pengumuman bulan ini oleh Pfizer Inc, BioNTech dan Moderna, serta dari Rusia, bahwa vaksin eksperimental mereka lebih dari 90% efektif, menurut data sementara dari uji klinis yang dilakukan.

Sementara itu, Tiongkok memiliki lima kandidat lokal yang saat ini menjalani uji klinis fase 3. Sejauh ini, belum ada hasil penelitian sementara yang dibagikan ke publik. Namun, CanSino mengatakan pada bulan Juni lalu bahwa Convidecia yang sedang dikembangkan bersama dengan lembaga penelitian yang berafiliasi dengan militer Tiongkok, telah disetujui untuk digunakan pada personel militer.

Banyak personel militer, termasuk penjaga perdamaian di tempat-tempat COVID-19 masih menyebar luas, telah melakukan vaksinasi dan tidak ada yang terinfeksi, kata kepala eksekutif CanSino Yu Xuefeng pada sebuah forum perawatan kesehatan.

Yu mengatakan dia "sangat percaya diri" pada produk tersebut, tetapi mengingatkan bahwa kesimpulan akhir membutuhkan data ilmiah. Pada bulan Oktober lalu, CanSino setuju untuk memasok 35 juta dosis vaksin COVID-19 ke Meksiko. (*)