Test Covid-19 - Image from gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Beijing, Bolong.id - Setelah berminggu-minggu tidak ada lagi kasus baru, kali ini kasus baru COVID-19 di Beijing kembali muncul. Pemerintah menuntut agar rumah sakit melakukan lebih banyak tes untuk menjaring pasien yang demam, guna mendeteksi apakah pasien tersebut terkena virus corona atau tidak.
Gao Xiaojun (高晓军), juru bicara Komisi Kesehatan Beijing mengatakan bahwa semua rumah sakit diharuskan untuk melakukan tes asam nukleat dan antibodi, CT Scan dan tes darah rutin pada pasien demam. Gao mengatakan pada hari Minggu pagi (14/06/2020), dalam sebuah konferensi pers, bahwa klinik demam dilarang untuk mengabaikan pasien. Mereka harus memantau nomor pasien dan melaporkan kepada pihak yang berwenang jika lonjakan yang tidak normal mulai terdeteksi.
Gao juga mengatakan bahwa rumah sakit harus meningkatkan perlindungannya terhadap para pekerja medis, meningkatkan fasilitas disinfektan, dan memeriksa kesehatan petugas medis di rumah sakit yang pernah menerima pasien COVID-19. Melansir ecns.cn, serangkaian tindakan ini diluncurkan setelah Beijing mengkonfirmasi satu kasus COVID-19 baru pada hari Kamis (11/06/2020).
Ibukota Tiongkok pada hari Jumat (12/06/2020) kemarin, melaporkan adanya enam kasus baru COVID-19. Pada hari Sabtu (13/06/2020), angkanya naik menjadi 36 kasus, bersama dengan satu kasus tanpa gejala baru. Para pejabat mengatakan, 36 kasus yang dikonfirmasi semuanya berhubungan dengan pasar grosir Xifandi di Beijing Selatan, yang diduga menjadi lokasi penyebaran COVID-19 di sana.
Pandemi COVID-19 mulai merebak di awal tahun ini, di mana ada banyak negara yang sudah terpapar virus, termasuk Indonesia. Per tanggal 14 Juni 2020, kasus COVID-19 di Indonesia telah mencapai 38.277 kasus, dengan bertambahnya 857 pasien yang terkonfirmasi positif, 2.134 meninggal, dan 14.531 sembuh.
Advertisement