Iustrasi virus yang menyebabkan flu. [shutterstock] - Image from media.suara.com
Beijing, Bolong.id - Tim peneliti Tiongkok mengidentifikasi asal usul penyebaran virus H5N1 (flu burung). Ternyata pertama kali ditemukan di Belanda pada Oktober 2020.
Dilansir dari 新浪财经 pada Senin (11/07/2022) penelitian itu dilakukan Harbin Veterinary Research Institute di bawah Chinese Academy of Agricultural Sciences.
Dijelaskan, virus H5N1 yang beredar saat ini muncul di Belanda pada Oktober 2020 sebagai rekombinasi virus flu burung H5N8 dengan subtipe seperti H1N1 dan H3N8.
Chen Hualan (陈化兰) dari Harbin Veterinary Research Institute, selaku pemimpin tim peneliti mengungkapkan bahwa sejak Oktober 2020, Virus H5N1 bertanggung jawab atas hilangnya lebih dari 70 juta unggas domestik di Eropa, Afrika, Asia, dan Amerika Utara.
Para peneliti melakukan analisis filogenik terperinci dari 233 perwakilan strain H5N1 yang diisolasi dari 28 negara. Mereka menemukan bahwa virus telah mengalami pertukaran gen yang rumit dengan virus berbeda yang beredar di burung liar dan membentuk 16 genotipe sejak kemunculannya.
Mereka mengisolasi 13 jenis virus H5N1 dari 26.767 sampel burung dan unggas liar yang dikumpulkan di Tiongkok antara September 2021 dan Maret 2022.
Empat genotipe virus, G1, G7, G9, dan G10, terdeteksi di Tiongkok. Menurut Chen ,3 di antaranya sebelumnya dilaporkan di negara lain.
Analisis antigenisitas menunjukkan bahwa jenis vaksin H5-Re14 yang saat ini digunakan di Tiongkok sangat cocok dengan virus tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa vaksin flu burung H5 dan H7 trivalen dapat secara efektif melindungi unggas yang diimunisasi dari virus. (*)
Advertisement