Beijing, Bolong.id - Dilansir dari Reuters Rabu (8/6/22), ekonomi Singapura diperkirakan tumbuh 4,8% di kuartal kedua 2022. Dan akan tumbuh 3,8% di 2022 penuh. Itu turun dari 4,0% di 2021. Demikian analisis Monetary Authority of Singapura (MAS).
Penurunan pertumbuhan itu dipengaruhi banyak faktor. Antara lain, kenaikan inflasi yang lebih dari perkiraan. Didorong kenaikan harga energi dan makanan.
Sementara, pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang lebih kuat, didukung oleh pelonggaran kebijakan ekonomi makro. Pembukaan kembali ekonomi. Dan, pemberian aneka insentif kepada dunia usaha.
Singapura kini butuh ekspansi bisnis manufaktur yang lebih kuat. Agar pertumbuhan ekonomi 2022 bisa lebih tinggi daripada prediksi di atas.
Responden survei melihat pertumbuhan rata-rata 5,0% untuk inflasi utama tahun ini, dan 3,4% untuk tingkat inflasi inti — ukuran harga yang disukai bank sentral.
Keduanya lebih tinggi dari angka yang terlihat dalam jajak pendapat sebelumnya di bulan Maret 2022 dan sejalan dengan perkiraan bank sentral.
MAS telah memperketat kebijakan moneter tiga kali dalam waktu enam bulan untuk memerangi inflasi yang timbul dari gangguan rantai pasokan global. (*)
Advertisement