Peta Restorasi Ekologi Ikan Sub-Yunnan Xitun - Image from 中国科技网
Beijing, Bolong.id - Arkeolog Tiongkok, Zhu Min (朱敏) bersama tim Akademi Ilmu Pengetahuan China meneliti fosil kura kura yang hidup 410 juta tahun lalu. Hasilnya, banyak hal diketahui.
Dilansir dari 中国科技网 pada Selasa (14/6/22), Zhu Min mengatakan, “Kami menemukan, bagian depan tubuh kura-kura purba ditutupi tulang-tulang berfungsi sebagai pendengaran."
Bagian belakang kura ada 13 helai sisik, yang terbagi menjadi 9 area yang berbeda, dan sirip punggung dan ekor benar-benar tertutup dengan skala tebal."
"Jenis, bentuk, dan susunan kerangka luar kura memungkinkan para ilmuwan memahami bagaimana spesies berevolusi," kata Wang Yajing (王雅婧).
Namun sayangnya, "pengetahuan kita tentang karkas (ikan purba), terutama bentuk dan struktur sisiknya, terbatas pada informasi yang diberikan oleh beberapa bahan yang tersebar di masa lalu." Wang Yajing (王雅婧).
Dimulai pada paruh kedua abad ke-20, ikan karkas primitif seperti ikan Yunnan yang ditemukan di negara saya memicu kebangkitan baru dalam penelitian karkas.
Tetapi baru pada tahun 1990-an para peneliti menemukan spesimen bangkai berusia 410 juta tahun di Qujing, Provinsi Yunnan, ikan Xitun Pseudo-Yunnan. Ikan sub-Yunnan Xitun masih merupakan genus ikan karkas yang paling terawetkan.
Untuk tujuan ini, para peneliti menggunakan teknologi pencitraan sinar-X untuk merekonstruksi model tiga dimensi ikan Xitun parayunan. Model menunjukkan bahwa morfologi skala Xitun parayunanus memiliki diferensiasi yang cukup besar dan diferensiasi regional yang kompleks, dengan 13 morfologi skala yang berbeda tersebar di 9 area tubuh yang berbeda.
Pada saat yang sama, untuk lebih memahami sisik ikan karkas, para peneliti juga mempelajari mikrofosil skala ikan Yunnan lain yang hidup berdampingan dengan ikan parayunnan, dan menemukan bahwa struktur sisik mereka tidak hanya sama dengan sisik besar yang ditutupi pada tubuh ikan karkas tulang-tulang bermembran berbeda, juga berbeda dengan sisik ikan hidup.
Zhu Min (朱敏) mengatakan bahwa bangkai kura-kura adalah jendela terpenting untuk memahami pola pengaturan skala nenek moyang vertebrata berahang.Penelitian ini dapat membantu kita menjelaskan dengan lebih baik bagaimana sisik vertebrata modern berevolusi. (*)
Advertisement