Ilustrasi makanan - Image from Internet. Segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami
Bolong.id - Ada berbagai jenis cara diet penurunan berat badan di Internet, dari diet rendah karbohidrat, diet tinggi protein, hingga diet ketogenik. Beberapa wanita telah mencoba menurunkan berat badan melalui diet ketogenik. Diet ajaib ini dilakukan dengan cara mengkonsumsi jumlah karbohidrat yang sangat rendah dan mengonsumsi banyak lemak. Dipercaya bahwa cara ini dapat mencapai efek menurunkan berat badan dan menurunkan lemak. Namun, penelitian terbaru dalam Journal of American Medical Association menghasilkan fakta lain.
Dilansir dari 王萍, bukti ilmiah saat ini tidak cukup untuk mendukung bahwa diet ketogenik dapat mengatasi obesitas dan diabetes tipe 2. Karakteristik diet ketogenik justru dapat menyebabkan beberapa risiko kesehatan lainnya.
Untuk mencapai efek pengurangan berat badan, intinya adalah mengurangi asupan energi kalori, dan diet ketogenik tidak terkecuali. Meta-analisis dari 13 penelitian selama 1 tahun ini menunjukkan bahwa dibandingkan dengan kelompok diet tinggi karbohidrat dan rendah lemak, kelompok diet ketogenik dapat mengurangi sekitar 1 kilogram berat badan. Namun, meskipun hasil ini signifikan secara statistik, dari sudut pandang klinis, itu adalah sedikit signifikansi.
Meta-analisis lain dari 32 studi kontrol diet menunjukkan bahwa pengeluaran energi dan efek pengurangan lemak tubuh dari diet rendah lemak lebih signifikan daripada diet ketogenik. Studi telah menemukan bahwa diet ketogenik akan memiliki efek yang lebih baik dalam jangka pendek untuk menurunkan berat badan, tetapi itu akan membahayakan kesehatan Anda dalam jangka panjang, dan Anda perlu berhati-hati saat menerapkan diet ketogenik untuk menurunkan berat badan. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement