Lama Baca 3 Menit

CDC China: Kemasan Makanan Beku yang Tercemar COVID-19 dapat Sebabkan Infeksi

18 October 2020, 11:15 WIB

CDC China: Kemasan Makanan Beku yang Tercemar COVID-19 dapat Sebabkan Infeksi-Image-1

Paket Makanan Beku yang Tercemar COVID-19 dapat Sebabkan Infeksi - Image from NAR

Beijing, Bolong.id - Otoritas Pengendalian Penyakit Tiongkok mengatakan pada Sabtu (17/10/20) bahwa kontak dengan kemasan makanan beku yang terkontaminasi oleh virus corona mungkin dapat menyebabkan infeksi.

Kesimpulan tersebut datang ketika Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Tiongkok mendeteksi dan mengisolasi virus corona hidup pada kemasan luar dari makanan beku. Studi ini dilakukan dalam upaya untuk melacak virus dalam wabah yang dilaporkan pekan lalu di Kota Qingdao.

Penemuan itu merupakan yang pertama di dunia, menunjukkan kemungkinan virus ditularkan dari jarak jauh melalui barang beku, katanya.

Sebanyak dua pekerja dermaga di Qingdao yang awalnya didiagnosis sebagai infeksi tanpa gejala pada September 2020 membawa virus itu ke rumah sakit dada selama karantina karena disinfeksi dan perlindungan yang tidak memadai. Kondisi ini menyebabkan 12 infeksi lain terkait dengan rumah sakit tersebut, kata pihak berwenang pekan lalu.

Namun, Ahli virologi dan Profesor di Universitas Hong Kong, Jin Dong-Yan, menyatakan, pernyataan terbaru CDC Tiongkok tidak menunjukkan bukti kuat bahwa dua pekerja di Qingdao tertular virus dari kemasan secara langsung, alih-alih tertular virus dari tempat lain dan kemudian mencemari kemasan makanan yang mereka tangani.

CDC mengatakan tidak ada contoh yang ditemukan dari setiap konsumen yang tertular virus dengan melakukan kontak dengan makanan beku. Risiko terjadinya hal ini puntetap sangat rendah.

Meskipun demikian, CDC menyarankan agar pekerja yang menangani, memproses, dan menjual produk beku harus menghindari kontak langsung kulit dengan produk yang mungkin dapat tercemar.

Staf tidak boleh menyentuh mulut atau hidung mereka sebelum melepas pakaian kerja yang mungkin terkontaminasi tanpa mencuci tangan terlebih dahulu dan harus melakukan tes secara teratur, ujar CDC.

Sebelum temuan terbaru CDC, jejak genetik virus telah ditemukan dalam beberapa sampel yang diambil dari makanan beku atau kemasan makanan, tetapi jumlah virusnya rendah dan tidak ada virus hidup yang diisolasi.

Jin menekankan, hanya virus hidup yang dapat menginfeksi orang, sementara sampel yang mengandung virus mati juga dapat dites positif untuk jejak virus, sebagaimana dilansir dari Reuters. (*)