Aliran listrik - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.
Kalian pernah tersengat listrik? Pernah tidak kalian berpikir bahwa tubuh manusia dapat menghantarkan listrik?
Faktanya, manusia dapat tersengat listrik karena tubuh manusia dapat menghantarkan listrik. Organ dan jaringan pada tubuh manusia mengandung cairan tubuh yang terdiri atas banyak ion logam sehingga memiliki konduktivitas listrik yang cukup baik. Hal ini dapat terjadi meskipun konduktivitas kulit tidak kuat, sebab kulit manusia sangat tipis (sekitar 0,5 hingga 4 milimeter), dan juga tidak selalu dalam keadaan kering. Oleh karena itu, tubuh akan tetap merasakan aliran listrik meskipun ada arus listrik yang sangat lemah.
Kapan tubuh dapat menghasilkan listrik?
Jawabannya adalah ketika ada perbedaan potensial di antara tubuh manusia. Sebagai contoh, ketika di luar ruangan, kita sering melihat burung berdiri di kabel bertegangan tinggi, tetapi mereka tidak tersengat listrik. Hal ini dikarenakan dua kaki burung selalu berdiri di jalur bertegangan tinggi yang sama dan tidak ada perbedaan potensial (perbedaan tegangan) antara kedua kaki burung, sehingga arus listrik tidak dapat terbentuk. Oleh karena itu, meskipun burung berdiri pada kabel tegangan tinggi, tetap akan aman.
Intensitas arus listrik yang berbeda akan memiliki efek yang berbeda pada tubuh manusia. Arus perseptual adalah arus minimum yang dapat dirasakan oleh manusia. Umumnya, arus bolak-balik (1mA) atau arus langsung (5mA) dapat membuat orang merasa sakit dan mati rasa. Arus yang mematikan adalah arus minimum seperti arus bolak-balik (10mA) atau arus searah (50mA). Jika sengatan listrik berlangsung terlalu lama, maka akan langsung berujung pada kematian.
Listrik membawa banyak kenyamanan ke dalam hidup kita. Namun di sisi lain, kita juga harus bijak menggunakannya, listrik harus digunakan secara aman dan wajar dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber: news.cn
Penulis: Vionita
Advertisement