Indigo Naturalis - Image from CGIAR
Bolong.id - Ditulis oleh Li Shizhen (1518-1593), seorang dokter dan apoteker Tiongkok terkenal pada masa Dinasti Ming, Compendium of Materia Medica (Ben Cao Gang Mu) mencatat sebuah cerita tentang penggunaan herbal untuk mengobati gigitan laba-laba.
Dilansir dari CGTN , selama Dinasti Tang (618-907), Zhang Jian menjabat sebagai bawahan Zhang Yanshang. Suatu hari, Zhang Jian digigit di leher oleh laba-laba. Setelah dua malam, kepalanya membengkak, dan perutnya juga berangsur-angsur membesar.
Zhang Yanshang menawarkan sejumlah besar uang untuk merekrut dokter yang bisa merawatnya. Lalu, datanglah seseorang yang mengklaim bahwa dia bisa menyembuhkan Jian. Dia mengambil semangkuk bubuk berwarna biru dan menaburkannya ke luka gigitan laba-laba. Seperti yang diharapkan, Jian sembuh dalam dua hari.
Yap, mangkuk berisi bubuk berwarna biru itu disebut sebagai indigo naturalis.
Bubuk biru dari ektrak indigo naturalis - Image from Internet. Segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami
Indigo naturalis, juga disebut Qingdai dalam bahasa Mandarin, mampu mengobati hemoptisis karena panas paru-paru, kekurusan infantil, radang mata dan limfadenitis tuberkulosis serviks, menurut Compendium of Materia Medica.
Menurut Kamus Farmasi Tiongkok, itu digunakan dalam pengobatan tifus, hemoptisis, luka bengkak, erisipelas, gigitan ular dan serangga, dan secara klinis digunakan dalam pengobatan epistaksis (pendarahan hidung).
Seperti yang dijelaskan oleh Chinese Pharmacopoeia, indigo naturalis yang memiliki rasa asin dan bersifat sejuk, adalah bubuk atau gumpalan kering yang terbuat dari daun dan batang kerucut (Strobilanthes cusia (Nees) Kuntze), nila knotweed (Polygonum tinctorium Ait) dan nila woad (Isatis indigotica Fortune).
Ketika musim gugur tiba, orang Tiongkok membuat indigo naturalis dengan memanen batang dan daun tanaman di atas, merendamnya dalam air sampai daunnya busuk, mengupas dan membuang daunnya, menambahkan air jeruk nipis secukupnya, dan mengaduknya hingga rata. Lalu, menyaring busa di permukaannya dan mengeringkannya di bawah sinar matahari.
Tie-dye dengan Indigo Naturalis - Image from VCG
Indigo naturalis banyak digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok dan telah digunakan sebagai pewarna biru sejak zaman kuno. Tie-dye, teknik pewarnaan manual tradisional Tiongkok, menggunakan indigo naturalis untuk mewarnai tirai, taplak meja, penutup sofa, seprai, sarung bantal, dll. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement