Lama Baca 6 Menit

Cek Faktanya, Guizhou Ternyata Memiliki Keindahan Menakjubkan Meski Kurang Populer

10 July 2021, 13:33 WIB

Cek Faktanya, Guizhou Ternyata Memiliki Keindahan Menakjubkan Meski Kurang Populer-Image-1

Guizhou - Gambar diambil dari Internet, jika ada keluhan hak cipta silakan hubungi kami.

Beijing, Bolong.id – Guizhou merupakan salah satu provinsi di Tiongkok yang kurang populer. Meski demikian, wilayah ini memiliki daya tarik menakjubkan bagi wisatawan, terutama keindahan alamnya. Sebagian besar wilayahnya masih alami dan dihuni oleh etnis minoritas yang masih mempertahankan budaya.

Dilansir dari Sohu.com ( 搜狐 ) pada Minggu (04/07/21), Provinsi yang beribu kota di Guiyang ini, dikenal memiliki pegunungan hijau dan daerah karst atau kapur yang unik. Kamu bisa menyaksikan gua, air terjun beragam ukuran, hingga kuil di puncak gunung kapur dengan ketinggian ribuan meter di atas permukaan laut.

Masih penasaran? Berikut ini beberapa fakta seru tentang Guizhou, sebagai berikut:

1. Satu-satunya provinsi di Tiongkok yang tidak memiliki dataran

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa wilayah Guizhou berupa pegunungan hijau dan merupakan daerah karts. Ya, ketinggian rata-rata sekitar 1.100 meter dan sekitar 97 persen wilayahnya berupa pegunungan dan perbukitan. Hal tersebut menjadikan Guizhou sebagai satu-satunya provinsi di Tiongkok yang tidak memiliki dataran.

Awalnya kondisi topografis yang berupa pegunungan dan perbukitan, menjadikan Guizhou cukup sulit dijangkau. Namun, kini sudah dilengkapi satu bandara internasional, jalur kereta api, dan jaringan transportasi lainnya. Kamu pun gak perlu khawatir lagi untuk melancong ke sana.

2. Destinasi wisata menakjubkan bagi wisatawan

Topografi yang unik menjadikan Guizhou sebagai destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Meski tidak sepopuler Guangxi atau Sichuan, namun memiliki panorama alam yang menakjubkan. Kamu bisa melihat Air Terjun Huangguoshu di Anshun hingga Kuil Fanjingshan di puncak gunung kapur. 

Selain keindahan alamnya, kamu juga bisa menikmati keberagaman budaya etnis minoritas yang tidak kamu temui di wilayah lain. Guizhou juga menjadi destinasi yang tepat buat kamu yang suka wisata kuliner. Banyak hidangan lokal autentik yang bisa kamu nikmati.

3. Pusat budaya bagi kelompok etnis minoritas 

Kalau kamu suka belajar budaya, Guizhou wajib nih masuk bucket list-mu. Sekitar 49 etnis minoritas yang tinggal dan tersebar di seluruh penjuru Guizhou. Wisatawan dapat mengunjungi beberapa desa yang mereka huni, seperti Desa Miao dan Dong. 

Wisatawan pun memiliki kesempatan untuk mengetahui adat istiadat dan kesenian rakyat setempat. Beberapa di antaranya membuat kerajinan tangan lokal, seperti membatik, membuat kertas dan perak. Bahkan, Guizhou juga dikenal sebagai Rumah Festival, ratusan festival dirayakan di desa minoritas Guizhou setiap tahunnya. 

4. Musim semi dan musim gugur menjadi waktu berkunjung yang paling ideal

Guizhou yang berupa pegunungan dan perbukitan tentu memiliki suhu relatif sejuk. Meski iklim mikro cukup bervariasi, secara umum sejuk dan lembab. Perbedaan suhu saat musim dingin dan musim panas tidak terlalu jauh, sehingga cukup nyaman bagi pelancong.

Musim semi dan musim gugur menjadi waktu terbaik untuk mengunjungi Gizhou. Musim semi di sana bak musim hujan pada umumnya di Indonesia. Saat musim gugur tidak terlalu panas dan udaranya tetap lembab. 

Bulan terpanas biasanya pada bulan Juli, suhunya sekitar 22-25 derajat celsius. Meski demikian, kamu perlu memerhatikan iklim yang tidak stabil dan kemungkinan terjadinya cuaca buruk, seperti kekeringan. 

5. Kuliner bercita rasa pedas dan asam menjadi ciri khasnya

Punya panorama alam yang menakjubkan, budaya beragam, ada pula kuliner yang sayang untuk dilewatkan. Buat kamu yang hobi wisata kuliner, ada banyak hidangan khas yang bisa kamu nikmati. Secara umum bercita rasa pedas dari cabai dan asam dari acar sayuran.

Kuliner bercita rasa pedas dan asam memang cocok untuk iklim yang sejuk dan lembab. Kamu bisa menikmati lumpia vegetarian yang berisi irisan berbagai jenis sayuran. Selain itu, juga ada olahan daging sapi, domba, hingga babi yang lezat.

6. Pusat baru industri berteknologi tinggi 

Meski memiliki sumber daya alam melimpah, namun Guizhou dahulu dikenal sebagai daerah tidak berkembang. Namanya tidak populer di telinga wisatawan asing dan dianggap sebagai daerah miskin. 

Berbeda dari sebelumnya, kini Guizhou tengah berkembang di berbagai sektor. Jaringan transportasi berkembang pesat, hingga menjadi pusat industri baru berteknologi tinggi. Kini menjadi rumah bagi Teleskop Bola Bukaan Lima Ratus Meter di Pingtang, Provinsi Guizhou. 

Selain menjadi tempat berdirinya teleskop radio terbesar dunia yang dibangun sejak tahun 2016, Guizhou juga menjadi tempat pusat data terbesar. Bahkan, beberapa tahun terakhir, perusahaan terkenal sekelas Oracle, Google, Intel hingga Apple telah mendirikan pusat data di sana. 

Guizhou yang dahulu tidak populer, kini menjadi pusat baru industri berteknologi tinggi. Awalnya mengandalkan hasil pertanian, kini mulai dikenal oleh wisatawan asing. (*) 

Informasi Seputar Tiongkok