Lama Baca 2 Menit

Bank Dunia: Kenaikan Harga Minyak Ancam Pertumbuhan China Hingga Indonesia

09 March 2022, 17:47 WIB

Bank Dunia: Kenaikan Harga Minyak Ancam Pertumbuhan
China Hingga Indonesia-Image-1

Salah satu kilang minyak di Indonesia - Image from berbagai sumber. Segala keluhan terkait hak cipta silahkan hubungi kami

Washington, Bolong.id - Pejabat Bank Dunia (World Bank) menyebutkan kenaikan harga minyak yang terjadi terus-menerus di tengah perang bisa menghambat pertumbuhan negara pengimpor minyak, seperti Tiongkok, Indonesia, Afrika Selatan, dan Turki.

Dalam pengarahannya pada Selasa (9/3), Wakil Presiden Bank untuk Pertumbuhan yang Merata, Indermit Gill mengatakan, perang akan menyebabkan kemunduran lebih lanjut terhadap pertumbuhan untuk pasar negara berkembang yang sudah tertinggal.

Pasalnya, kenaikan minyak beberapa tahun ke depan dapat menyentuh 10%. Sebagai catatan, harga minyak bahkan naik lebih dari dua kali lipat selama enam bulan terakhir.

Pertumbuhan yang sangat lambat juga akan sangat terasa di negara yang masih tertinggal dalam upaya pemulihan dari pandemi Covid-19 serta berjuang di tengah gempuran utang dan inflasi.

"Perang memperburuk situasi ketidakpastian itu, merugikan orang-orang yang paling rentan di tempat-tempat yang paling rapuh.Terlalu dini untuk mengatakan sejauh mana konflik akan mengubah prospek ekonomi global," ungkap Gill, seperti dikutip Reuters.

Sejauh ini, beberapa negara di Timur Tengah, Asia Tengah, Afrika dan Eropa sangat bergantung pada Rusia dan Ukraina untuk makanan. Bukan main-main, dua negara yang tengah berkonflik tersebut menyumbang lebih dari 20% ekspor gandum global.

Gill menambahkan, sebelum perang pecah di Eropa, Afrika Selatan diperkirakan akan tumbuh sekitar 2% setiap tahun pada 2022 dan 2023. Sementara itu, Turki seharusnya bisa tumbuh 2%-3%, sedangkan Tiongkok dan Indonesia masing-masing diprediksi tumbuh 5%.