
Jakarta, Bolong.id - Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Lu Kang menghadiri Forum Mitra Bisnis Indonesia-Tiongkok ke-2 di Jakarta, Jumat (14/10/2022).
Acara itu dihadiri, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan, Sekretaris Ayodhia Kalake, pejabat dari departemen investasi ekonomi dan perdagangan Indonesia dan perwakilan perusahaan Tiongkok di Indonesia.
Dilansir dari 平安印尼行 Minggu (16/10/2022) Duta Besar Lu Kang mengatakan bahwa kerjasama ekonomi dan perdagangan Tiongkok-Indonesia berada dalam periode terbaik dalam sejarah, sekarang.
Itu memberikan peluang pengembangan yang langka bagi perusahaan kedua negara. Kemitraan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara dapat digambarkan dalam tiga "kesamaan".
Salah satunya adalah mencari rencana pembangunan bersama. Kedua kepala negara telah menetapkan arah umum untuk bersama-sama membangun komunitas Tiongkok-Indonesia dengan masa depan bersama. Pendalaman strategi pengembangan di bawah pola baru.
Kedua adalah berbagi kemakmuran dan kemajuan.Tiongkok adalah mitra dagang dan sumber investasi terpenting bagi Indonesia. Kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua belah pihak telah berkembang di berbagai bidang, yang telah mendorong pengembangan industri masing-masing dan mencapai saling menguntungkan dan hasil menang-menang. Yang ketiga adalah bersama-sama menciptakan masyarakat yang lebih baik.
Perusahaan-perusahaan yang didanai Tiongkok secara aktif memenuhi tanggung jawab sosial mereka di Indonesia dan bekerja dengan mitra lokal untuk mempromosikan pembangunan sosial. Kamar Dagang Indonesia Tiongkok akan merilis "Laporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan yang didanai Tiongkok di Indonesia" di penghujung bulan ini, berharap teman-teman dari semua lapisan masyarakat akan memperhatikan.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Indonesia adalah "negeri seribu pulau". Situasi pandemi saat ini terus membaik, momentum pemulihan ekonomi kuat, dan sumber daya yang kaya dan unik. Ini adalah tujuan investasi yang ideal untuk perusahaan Tiongkok.
“Saat ini, Indonesia berkomitmen untuk mendorong transformasi ekonomi, dengan fokus pada pengembangan energi baru, rendah karbon, biomedis, dan bidang lainnya. peningkatan sumber daya. berkontribusi. Diharapkan kedua belah pihak akan terus memperkuat kerja sama dan semakin memperdalam kemitraan ekonomi dan perdagangan”, kata Luhut.
Selama sesi interaktif, perusahaan-perusahaan Tiongkok yang berpartisipasi secara aktif mengajukan pertanyaan tentang kebijakan investasi Indonesia dan peraturan terkait, dan pejabat dari Kementerian Penanaman Modal, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Bappenas, dan otoritas terkait lainnya menjawab dengan sabar. Dalam pertemuan tersebut, Bank Indonesia juga memperkenalkan mekanisme penyelesaian mata uang lokal kedua negara.
Advertisement