Potret Nenek Tua dengan Bebat Kaki - Image from Toutiao
Beijing, Bolong.id - Tiongkok dulu, zaman Dinasti Han, kaki kecil wanita, lambang kecantikan. Disebut "Teratai Emas Tiga Inchi". Maka, para wanita berlomba mengecilkan kaki dengan berbagai cara.
Dilansir dari toutiao.com, mari kita lihat kaki mungil wanita senja usia di Shanxi,
Potret nenek dengan anjing di sampingnya - Image from Toutiao
Dia sedang duduk di halaman, berjemur matahari, mengobrol dengan keluarganya. Tawa memenuhi halaman pertanian kecil ini, dan anjing-anjing di samping berbaring di samping dengan tenang.
Nenek itu berkata bahwa dia tinggal sendirian di halaman lamanya. Saat akan ditemui oleh repoter, dia mencuci dan membersihkan kakinya. Berbicara tentang kehidupannya, nenek mengatakan bahwa dia memiliki 4 anak laki-laki, 4 anak perempuan.
Anaknya sedang mencuci kaki Sang Nenek - Image from Toutiao
Nenek berkata bahwa ketika dia berumur 6 tahun, ibunya meminta ia untuk membebat kakinya.
Dia bertanya mengapa dia harus mengikat kakinya. Sang ibu berkata bahwa betapapun cantiknya wajah gadis itu, dia akan ditertawakan oleh orang lain jika dia memiliki sepasang kaki yang besar dan tidak bisa menikah. Nenek berkata bahwa dia kaget dan takut.
Kaki yang dibebat selama bertahun-tahun - Image from Toutiao
Mengingat ingatan yang masih menyakitkan, ibunya pertama-tama mencelupkan kakinya ke dalam air panas sebentar, mengeluarkan kain putih yang panjangnya lebih dari satu meter, dan membalut kakinya.
Nenek berkata dengan sedih bahwa sejak saat itu, dia tidak bisa lagi berlari dan bermain sesenang dulu.
Dia bercerita: Awalnya saya tidak bisa turun ke tanah karena kaki sakit, bahkan tidak bisa menyentuhnya.
Setelah dibungkus selama beberapa tahun, kain panjang itu dilepas.
Pada saat ini, 4 jari kecil telah tumbuh di bawah telapak kaki, dan tumit serta telapak kaki juga berubah bentuk.
Pada saat itu, dia mengira akan mati, tetapi dia tidak menyangka bisa hidup hingga saat ini di usianya yang ke-100, bahkan ia juga melahirkan 8 orang anak.
Kaki Nenek yang Dibebat selama bertahun-tahun - Image from Toutiao
Menurutnya, ibunya tidak pernah keluar dari pegunungan karena kaki kecilnya tidak nyaman untuk digunakan berjalan. Ia hanya bisa berjalan-jalan di sekitar desa. (*)
Advertisement