Ilustrasi Vaksin - Image from CNN
Beijing, Bolong.id - Semua keluhan orang tervaksin, dibahas di konferensi pers di Beijing, Rabu (21/4/2021). Kepala Program Imunisasi Tiongkok, Wang Huaqing, memaparkan berbagai hal tentang vaksinasi.
Dilansir dari CCTV Rabu (21/4/2021), Wang mencontohkan, dulu, kita pernah divaksinasi kusta dan gondok. Demamnya mungkin muncul satu atau dua hari setelah vaksinasi. Pada beberapa orang, muncul dalam waktu sekitar satu minggu.
Mengapa begitu? Ini terkait karakteristik vaksin hidup yang dilemahkan. Ada juga vaksin DPT, yang dulunya adalah vaksin DPT sel utuh, tetapi sekarang menggunakan vaksin DPT aseluler dan vaksin DPT komponen.
Insiden reaksi merugikan, sangat berkurang karena komposisi antigennya lebih kecil. Atau komposisi antigennya lebih murni. Reaksi merugikan terkait dengan karakteristik vaksin.
Terkadang juga terkait dengan perbedaan individu, seperti usia.
Mengapa kita melihat bahwa selama uji klinis vaksin COVID019 atau proses pemantauan pasca pemasaran, beberapa orang muda memiliki reaksi merugikan yang lebih tinggi sedangkan orang lanjut usia memiliki reaksi merugikan yang lebih rendah?
Ini juga ada hubungannya dengan fisiknya. Misalnya bila ada alergi yang parah kadang kita katakan untuk tidak terburu-buru melakukan vaksinasi lagi, hal ini banyak kaitannya dengan alergi yang ia alami setelah ia terpapar alergen pada tahap awal.
Ada juga penderita imunodefisiensi, Untuk menjamin keamanan vaksinasi, sebaiknya penderita imunodefisiensi juga tidak menerima vaksin hidup yang dilemahkan. Karena kondisi fisik dan penyakitnya maka akan ada resiko setelah vaksinasi dengan vaksin tidak menerima vaksin hidup yang dilemahkan.
Untuk mengurangi risiko atau mengendalikan risiko, vaksinasi orang-orang yang mengalami defisiensi imun ini dengan vaksin yang tidak aktif. (*)
Advertisement