Lama Baca 3 Menit

Pompeo: AS Pertimbangkan Untuk Menyambut Orang-orang dan Para Pengusaha Dari Hong Kong

02 June 2020, 21:30 WIB

Pompeo: AS Pertimbangkan Untuk Menyambut Orang-orang dan Para Pengusaha Dari Hong Kong-Image-1

Sekretaris Negara AS, Mike Pompeo - Image from : gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Washington, Bolong.id - Amerika Serikat sedang mempertimbangkan sebuah opsi untuk menyambut orang-orang dari Hong Kong dalam menanggapi desakan Tiongkok untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional di bekas jajahan Inggris tersebut. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Negara AS, Mike Pompeo, dalam pernyataannya yang dirilis pada hari Senin (01/06), dilansir dari laman reuters.com.

Pemimpin Senat Republik, Mitch McConnell, mengatakan kepada majelis pada hari Senin (01/06), bahwa ia berharap pemerintahan Trump akan segera mengidentifikasi cara-cara khusus untuk “membuat Beijing bertanggung jawab", karena mengekang kebebasan Hong Kong, dan juga mengatakan bahwa AS harus mencerminkan respons negara-negara demokrasi lainnya dengan membuka pintu bagi orang-orang dari wilayah tersebut.

Pompeo membicarakan isu terkait kepada American Enterprise Institute pada hari Jumat (29/05), namun ia tidak memberikan rincian tentang kuota imigrasi atau mengenai visa, ketika ditanya tentang Hong Kong, ia hanya mengatakan, "Kami sedang mempertimbangkannya.". Pernyataannya tersebut dibagikan oleh Departemen Luar Negeri AS pada hari Senin (01/06).

Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat (29/05) memerintahkan untuk memulai proses penghapusan perlakuan khusus AS untuk Hong Kong sebagai tindakan balasan terhadap Tiongkok, karena mengekang kebebasan di sana. Sementara itu, pada pekan lalu, Inggris mengatakan bahwa pihaknya siap untuk menawarkan hak perpanjangan visa dan jalur untuk mendapatkan kewarganegaraan Inggris bagi hampir 3 juta penduduk Hong Kong.

Ketika ditanya apakah Washington mempertimbangkan untuk menyambut orang-orang Hong Kong untuk "datang ke sini dan membawa kreativitas wirausaha mereka,", jawaban Pompeo adalah sebagai berikut: “Kami sedang mempertimbangkannya. Saya tidak tahu persis bagaimana. Inggris, seperti yang Anda ketahui, memiliki hubungan yang berbeda (dengan Hong Kong). Banyak dari orang-orang ini memiliki paspor nasional Inggris. Ada sejarah panjang antara Hong Kong dan Inggris; sangat berbeda (dengan Amerika). Tapi kami sedang mempertimbangkannya."*

Sumber: reuters.com