Ini Dia Perbandingan Vaksin COVID-19 Dunia - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Jakarta, Bolong.id - AstraZeneca, Pfizer, dan Moderna baru-baru ini menerbitkan hasil uji klinis yang menjanjikan. Tiga perusahaan itu telah melaporkan keberhasilan awal uji klinis fase 3 dalam beberapa hari terakhir. Tim terbaru yang merilis hasil sementara yang positif adalah perusahaan Swedia-Inggris AstraZeneca, pengembang vaksin vektor virus yang menerbitkan laporan akhir mereka tentang studi gabungan fase 2 dan 3 pada 18 November di The Lancet.
Percobaan mereka melibatkan total 560 sukarelawan sehat dengan peneliti menemukan bahwa peserta di atas 56 tahun menanggapi vaksin dengan baik. Secara keseluruhan, tanggapan kekebalan yang sama kuatnya diamati pada semua kelompok umur setelah vaksinasi tambahan.
Meskipun ada 13 "efek samping serius" selama penelitian, tidak satu pun dari mereka "dianggap terkait dengan penelitian vaksin", tulis para peneliti. Meski begitu, para penulis juga menekankan penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengkonfirmasi kemanjuran vaksin.
Sementara itu, Pfizer telah melangkah lebih jauh dari AstraZenec. Pada 18 November, mereka melaporkan bahwa pihaknya telah mengumpulkan cukup data untuk secara efektif mengakhiri uji klinis fase 3 setelah vaksin mereka telah mencapai kemanjuran 95%. Berita ini muncul setelah Pfizer mengumumkan hasil dari evaluasi awal fase 3 pada 9 November yang menunjukkan vaksin mRNA mereka 90% efektif melawan COVID-19.
Pada 16 November, produsen farmasi Moderna juga mengumumkan vaksin mRNA-nya telah menunjukkan kemanjuran 94,5% dalam uji klinis fase 3 yang melibatkan lebih dari 30 ribu peserta.
Di lain sisi, vaksin COVID-19 Rusia Sputnik V dilaporkan 92% efektif setelah dilakukan uji klinis dengan 16 ribu sukarelawan. Vaksin tersebut juga sudah diberikan persetujuan untuk penggunaan darurat di Rusia pada Agustus 2020 lalu.
Untuk melihat perbedaan vaksin-vaksin tersebut, dapat dilihat dari tabel berikut ini:
Perbandingan Vaksin COVID-19 Dunia - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Sementara itu, perusahaan asal Tiongkok seperti Sinovac Biotech juga tengah melakukan uji klinis tahap akhir yang sama, dan fakta bahwa belum ada data yang dirilis pada uji klinis tersebut tidak berarti bahwa penelitian vaksin lain lebih unggul. Di Tiongkok, kandidat vaksin telah digunakan untuk penggunaan darurat seperti pada staf medis, ini menunjukkan pihak berwenang memiliki tingkat kepercayaan tinggi pada vaksin tersebut.
Manakah dari vaksin tersebut yang akan diluncurkan pertama kali dalam skala besar masih harus dinantikan? Persetujuan dan produksi massal akan menjadi rintangan berikutnya dan para ahli memperingatkan untuk tidak mengharapkan program vaksinasi yang meluas sebelum tahun 2021. (*)
Advertisement