Menurunkan Berat Badan dengan Makanan Pengganti? - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Beijing, Bolong.id - Sekarang, ada sejenis produk pengganti makanan (meal replacement) yang digunakan untuk menurunkan berat badan dan diklaim "alami, bergizi lengkap, tahan lapar, dan memiliki efek sangat cepat". Produk semacam ini pun dengan cepat menjadi terkenal di internet dan laris manis di Tiongkok, serta negara-negara Eropa dan Amerika. Tapi apakah pengganti makanan untuk diet ini benar-benar dapat menurunkan berat badan? Bisakah produk tersebut benar-benar menggantikan makanan kita sehari-hari untuk waktu yang lama? Apa yang akan terjadi pada kesehatan jika kita sepenuhnya mengkonsumsinya?
Makanan pengganti, sesuai dengan namanya, mengacu pada makanan yang sebagian atau seluruhnya dapat menggantikan makanan pokok kita atau sebagian besar dari makanan kita. Bentuk utamanya di pasaran adalah bubuk pengganti makanan, jus, biskuit atau kue, bubur dan susu. Menurut perbedaan bahan penggantinya, terdapat banyak jenisnya seperti makanan pengganti berprotein murni dan kaya serat.
Akan tetapi, semua makanan pengganti memiliki ciri yang sama, yaitu kepadatan energi yang rendah, kandungan serat makanan yang tinggi, dan rasa kenyang yang lama. Oleh karena itu, jenis makanan ini biasa digunakan dalam program diet penurunan berat badan. Jika makanan tiga kali sehari diganti dengan makanan pengganti, maka asupan kalori yang dikonsumsi hanya sekitar 600 kalori per hari.
Namun, meski terlihat sangat efektif dalam program diet karena konsumsi kalori yang rendah, ternyata terdapat empat bahaya kesehatan utama bagi tubuh manusia.
Universitas Oxford melakukan studi tentang kemungkinan mengganti makan sehari-hari dengan makanan pengganti untuk waktu yang lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemak tubuh, lemak perut dan lemak hati dapat berkurang masing-masing sebesar 6%, 11% dan 46%. Pada saat yang sama, lemak jantung juga meningkat sebanyak 44%. Artinya, asupan makanan pengganti diet rendah energi dalam jangka panjang berdampak pada fungsi jantung. Efek pada jantung ini dapat dimanifestasikan sebagai palpitasi, sesak napas, nyeri dada, dan bahkan serangan jantung.
Di sisi lain, terdapat pula kemungkinan kerusakan pada hati dan ginjal. Untuk mengejar efek penurunan berat badan dengan cepat, banyak produk makanan pengganti sering menambahkan beberapa bahan kimia secara diam-diam. Jika kita makan makanan diet ini untuk waktu yang lama, hati dan ginjal kita mungkin dapat mengalami kerusakan.
Bahaya kesehatan utama ketiga dari mengganti makanan sehari-hari dengan makanan pengganti dalam waktu yang lama adalah mudah kelelahan dan penuaan. Kandungan zat gizi dalam makanan pengganti tidak dapat memenuhi kebutuhan tubuh manusia. Selain itu, dalam produksi dan pemrosesan makanan pengganti, kemungkinan besar akan kehilangan zat "anti-inflamasi, anti-kanker, antioksidan, dan anti-penuaan" yang terkandung dalam makanan alami. Apalagi zat besi dalam makanan pengganti ini biasanya adalah zat besi anorganik yang memiliki tingkat penyerapan dan pemanfaatan yang rendah dalam tubuh kita dan mudah menyebabkan anemia. Penggunaan produk makanan pengganti dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kulit pucat, keriput, kelelahan, mudah menguap, dan kondisi kelelahan serta penuaan lainnya.
Penggunaan makanan pengganti dengan cepat dapat mengurangi asupan energi kita, dan membuat kita menurunkan berat badan dengan cepat. Jika ini pertama kalinya berdiet, mungkin ini sangat efektif dalam penurunan berat badan. Tapi diet ini bisa menurunkan laju metabolisme tubuh. Ketika kita mengkonsumsi makanan pengganti rendah kalori ini untuk waktu yang lama, laju metabolisme dasar kita akan turun ke tingkat yang sangat rendah. Jika kita tiba-tiba kembali ke pola makan normal, maka berat bedan akan cepat pulih kembali dalam waktu singkat.
Kesimpulannya, pengganti makanan tidak bisa sepenuhnya menggantikan tiga kali makan sehari. Jika Anda adalah orang yang mengalami obesitas dan makan berlebihan, di bawah bimbingan dokter dan profesional, mengkonsumsi produk makanan pengganti sebagai bagian dari diet dapat membantu Anda mencapai target ideal. Namun, jika Anda termasuk orang yang sehat dengan berat badan normal, menggunakan makanan pengganti untuk sepenuhnya menggantikan menu makan tiga kali sehari untuk menurunkan berat badan sebaiknya dihindari. Rahasia dari manajemen berat badan yang sehat tetaplah "diet seimbang, olahraga sedang”, dilansir dari xinhuanet.com. (*)
Advertisement