Pekerja konstruksi sedang dites asam nukleat - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.
Beijing, Bolong.id - Lebih dari 90 juta tes asam nukleat COVID-19 sudah dilakukan di seluruh Tiongkok, dengan kapasitas pengujian yang meningkat secara signifikan. Menurut pernyataan dari Guo Yanhong (郭艳红), seorang petinggi dari departemen administrasi dan pengawasan medis di Komisi Kesehatan Nasional (国家卫生健康委员会), secara nasional, berbagai langkah sudah diambil untuk meningkatkan usaha pencegahan dan pengendalian pandemi COVID-19, seperti membangun laboratorium pengujian dan melatih para pekerja yang akan melakukan pengujian, upaya ini pun tampaknya telah membuahkan hasil.
Dilansir dari chinadaily.com.cn, menurut pernyataan dari He Qinghua (何庆华), seorang petinggi di divisi pengendalian dan pencegahan penyakit NHC, sejak tanggal 15 Juni 2020, hingga tanggal 24 Juni 2020, NHC dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok telah memberikan pelatihan online tentang pengujian asam nukleat, untuk virus COVID-19, kepada 360.000 orang di Tiongkok.
Menurut pernyataan dari Guo Yanhong (郭艳红), jumlah lembaga medis bersertifikat yang menyediakan pengujian asam nukleat COVID-19 di Tiongkok mengalami peningkatan, dari 2.081 pada awal bulan Maret 2020, menjadi 4.804, naik sebesar 131 persen, jumlah petugas pengujian juga telah meningkat menjadi 28.500 orang. Lembaga-lembaga ini, seperti rumah sakit dan klinik, sekarang dapat memproses 3,8 juta sampel setiap hari. Pengujian yang diperluas memang memerlukan isolasi lebih awal dan perawatan pasien yang terinfeksi COVID-19, hal ini merupakan yang terpenting untuk menahan laju pandemi di Tiongkok. Tes awal sangat penting untuk mencegah dan mengendalikan COVID-19, yang sifatnya sangat menular dan dapat ditularkan oleh mereka yang terinfeksi, bahkan sebelum orang tersebut menunjukkan gejala terkena virus.
Menurut keterangan dari Komisi Kesehatan di Wuhan, provinsi Hubei, hanya ada 200 sampel sehari yang dapat ditangani pada awal terjadinya wabah COVID-19, tetapi jumlah itu meningkat menjadi 1 juta per hari pada awal bulan Juni 2020. Setelah adanya laporan enam orang yang terkena kasus COVID-19 baru yang dikonfirmasi pada awal bulan Mei 2020, pihak berwenang di Wuhan menyediakan tes asam nukleat untuk hampir 10 juta penduduk dalam waktu kurang dari 20 hari.
Seiring dengan bertambahnya kasus positif COVID-19 di Indonesia, Pemerintah Indonesia juga dalam proses meningkatkan kapasitas pengujian COVID-19. Menteri Riset dan Teknologi dan Ketua Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah tengah memproduksi alat tes cepat (rapid test) sebanyak 100.000 unit. "Kami juga sedang memproduksi rapid test dengan target sampai dua juta unit, saat ini sudah mulai diproduksi 100.000 unit dan sudah mulai dipakai," kata Menristek Bambang, dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB Rabu (24/6/2020).
Advertisement