Lama Baca 3 Menit

Tiongkok Gunakan Data Satelit Untuk Bantuan Banjir

17 July 2020, 10:00 WIB

Tiongkok Gunakan Data Satelit Untuk Bantuan Banjir-Image-1

Tiongkok Gunakan Data Satelit Dalam Bantuan Banjir - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Beijing, Bolong.id – Tiongkok menggunakan satelit canggih yang dirancang dan dibuat oleh Perusahaan Sains dan Teknologi Kedirgantaraan Tiongkok, dalam pemantauan dan memonitor cuaca, serta bantuan banjir.

Pada bulan Juni 2020 lalu, di bawah permintaan Kementerian Manajemen Darurat, Pusat Data Satelit Tiongkok, dan Aplikasi yang berafiliasi dengan Perusahaan Sains dan Teknologi Kedirgantaraan Tiongkok, telah mulai melakukan pengamatan Bumi di daerah-daerah yang dilanda banjir di Tiongkok selatan, terutama daerah yang dilanda bencana.

Dilansir dari China Daily, Pusat Data Satelit Tiongkok menggunakan Fengyun, Gaofen, Sentinels, dan satelit multi-sumber lainnya untuk pemantauan komprehensif bantuan banjir. Satelit-satelit yang digunakan tersebut akan mengambil foto darurat dari daerah yang terkena dampak setidaknya dua kali sehari. Setelah diproses, data yang dikembalikan akan dikirim ke departemen terkait dan pemerintah daerah di daerah yang terkena dampak melalui jalur khusus.

Sampai dengan tanggal 13 Juli 2020, Pusat Data Satelit Tiongkok telah menggunakan lima satelit dari seri Gaofen, yang mengambil foto 73 kali dan berbagi 248 adegan data yang valid. Seri Gaofen telah memberikan dukungan untuk penyelamatan topan, gempa bumi dan kebakaran hutan, juga memainkan peran yang tak tergantikan dalam pemantauan bencana banjir.

Sementara, Yang Jun (æšć†›), direktur Pusat Meteorologi Satelit Nasional mengatakan, saat ini Tiongkok memiliki tujuh satelit meteorologi Fengyun yang beroperasi 24 jam untuk memantau kondisi cuaca dan memonitor cuaca setiap 10 menit.

Satelit meteorologi Fengyun melakukan inspeksi di semua cekungan sungai utama dan danau di Tiongkok empat kali sehari, dan pada saat yang sama memonitor Danau Taihu dan Danau Dongting. Sehingga, jika banjir terjadi, hasil pemantauan yang relevan berdasarkan data satelit akan dirilis kepada pemerintah dan publik secara tepat waktu. (*)