Ilustrasi - Image from ILAE
Jakarta, Bolong.id - Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan pada Kamis (3/12/20) di jurnal Inggris Nature Neuroscience, COVID-19 dapat masuk ke otak manusia melalui hidung. COVID-19 tidak hanya menyerang saluran pernapasan, tetapi juga sistem saraf pusat, sehingga orang yang terinfeksi mengalami gejala neurologis seperti kehilangan penciuman, perasa, sakit kepala, kelelahan, dan mual.
Mengutip dari The National Interest, hasil studi tersebut dilakukan oleh peneliti yang berasal dari Universitas Kedokteran Berlin. Mereka menganalisa sampel jaringan post-mortem dari 33 pasien yang terinfeksi COVID-19.
Para peneliti menemukan fakta bahwa COVID-19 bisa masuk ke otak melalui mukosa penciuman yang berada di rongga hidung bagian atas. Setelah berada di mukosa penciuman, virus akan menuju otak melalui saraf penciuman.
Namun, salah satu peneliti bernama Profesor Frank Heppner mengatakan bahwa sampel berasal dari pasien yang mengalami COVID-19 parah. Jadi, hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Nature Neuroscience itu belum bisa dipastikan pada penderita COVID-19 ringan dan sedang.
Selain itu, satu dari tiga pasien mengalami gejala neurologis. Sedangkan pasien lain mengalami sakit kepala, kelelahan, pusing, dan mual. Kondisi lain, seperti stroke, masih perlu diobservasi lagi oleh para peneliti.
Melansir The National Interest, COVID-19 berada di bagian otak yang memegang peranan penting, misalnya pernapasan manusia. Keberadaan virus di area otak tersebut memperparah fungsi pernapasan yang dimiliki oleh penderita COVID-19.
Hasilnya, pernapasan pasien COVID-19 semakin parah karena COVID-19 juga menyerang paru-paru. Masalah serupa juga bisa berkaitan dengan fungsi kardiovaskular yang dialami oleh pasien.
Saat berada di otak, virus dapat mengambil alih sel otak sehingga jumlahnya menjadi berlipat ganda. Penularan yang terjadi juga mengakibatkan oksigen di sekitar sel berkurang sehingga banyak sel otak yang layu dan mati.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa menggunakan masker dengan cara yang benar perlu dilakukan oleh semua orang. Selain itu, pastikan pula untuk menerapkan protokol kesehatan yang lain, seperti menjaga jarak dengan orang lain dan rajin mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir. (*)
Advertisement