Lama Baca 3 Menit

Kedubes Tiongkok di AS Kecam Pembatasan Terbaru Terhadap Diplomat

03 September 2020, 11:54 WIB

Kedubes Tiongkok di AS Kecam Pembatasan Terbaru Terhadap Diplomat-Image-1

Duta Besar Tiongkok untuk Amerika Serikat Cui Tiankai menyampaikan pidato di Washington D.C., Amerika Serikat, 21 November 2019. - Image from Global Times

Tiongkok, Bolong.id - Kedutaan Besar Tiongkok di AS mengatakan pihaknya dengan tegas menentang keputusan AS untuk memberlakukan lebih banyak pembatasan dan hambatan pada diplomat dan konsuler Tiongkok di AS.

Tindakan AS adalah pelanggaran berat terhadap Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik dan Konvensi Wina tentang Hubungan Konsuler. Tiongkok dengan tegas menentang tindakan AS, yang juga bertentangan dengan nilai-nilai yang diproklamasikan sendiri oleh AS, yaitu keterbukaan dan kebebasan, dilansir dari Global Times (Kamis, 3/9/2020).

Pada Rabu (2/9/2020), Departemen Luar Negeri AS mengumumkan, apabila diplomat senior Tiongkok ingin mengunjungi kampus universitas AS untuk bertemu dengan pejabat pemerintah setempat, harus ada persetujuan dari Departemen Luar Negeri terlebih dahulu. 

Acara budaya dengan penonton lebih dari 50 orang yang diselenggarakan oleh kedutaan besar Tiongkok dan pos konsuler di luar properti misi juga akan membutuhkan persetujuan Departemen Luar Negeri.

Tiongkok disebut selalu mendukung diplomat dan konsuler AS dan negara lain dalam menjalankan kegiatan resmi di Tiongkok sesuai dengan hukum. Tiongkok mendesak AS untuk mengoreksi kesalahannya, mencabut keputusan terkait, serta memberikan dukungan dan fasilitasi bagi diplomat Tiongkok di AS untuk menjalankan aktivitas terkait.

Di tengah meningkatnya ketegangan antara Tiongkok dan AS, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying (华春莹) menanggapi pada Rabu (2/9/2020) mengatakan bahwa Tiongkok berharap AS akan berperilaku memenuhi tanggung jawabnya

"Jika AS gagal memainkan peran yang lebih aktif dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas dunia, setidaknya cobalah untuk tidak memperburuk keadaan," kata Hua.