Times Square, New York, Amerika - Image from internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Jakarta, Bolong.id - Menurut Kantor Berita AP pada 6 Agustus 2020, sebuah laporan penelitian oleh kantor akuntan Bainbridge di New York menunjukkan bahwa dalam enam bulan pertama tahun 2020, jumlah warga Amerika yang menyerahkan kewarganegaraan AS mencapai rekor, yaitu sebanyak 5.816 orang.
Dilansir bjd.com, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah orang Amerika yang melepaskan kewarganegaraannya telah menurun. Namun, dalam enam bulan pertama tahun 2020, jumlah orang yang melepaskan kewarganegaraan AS telah meningkat secara signifikan.
Di bawah peraturan IRS (Internal Revenue Service), pemerintah menerbitkan nama semua orang Amerika yang meninggalkan kewarganegaraan setiap tiga bulan. Dalam enam bulan pertama 2020, sebanyak 5.816 warga Amerika menyerahkan kewarganegaraan mereka, jauh lebih banyak dari tahun 2019 yaitu sebanyak 2072 orang.
Alistair Bainbridge, seorang mitra di Bainbridge, New York, menjelaskan, "selama COVID-19 merebak, situasinya telah berubah secara dramatis karena penolakan kewarganegaraan oleh warga negara Amerika."
Menurut Bambridge, dari pengalaman mereka, semakin banyak ekspatriat Amerika yang melepaskan kewarganegaraan mereka karena situasi pandemi, iklim politik, dan pengembalian pajak tahunan dari Amerika Serikat.
Warga AS yang tinggal di luar negeri ini masih perlu mengajukan pengembalian pajak tahunan di Amerika Serikat, membayar pajak potensial, dan melaporkan semua rekening bank asing, investasi, dan pensiun mereka, kata Bainbridge. Mereka mengambil pendekatan serius dengan menyerahkan kewarganegaraan mereka karena mereka tidak berniat kembali untuk tinggal di Amerika Serikat.
Dilansir CGTN, menurut statistik epidemi COVID-19 baru yang dirilis oleh Universitas Johns Hopkins pada 10 Agustus 2020, jumlah total kasus terkonfirmasi COVID-19 baru di Amerika Serikat lebih dari 5 juta dengan 165.000 kematian, total keduanya sejauh ini merupakan yang tertinggi dari negara mana pun di dunia.
Hanya setengah bulan berlalu sejak 23 Juli 2020, ketika lebih dari 4 juta kasus dikonfirmasi di Amerika Serikat dan lebih dari 5 juta kasus dikonfirmasi pada 10 Agustus 2020. (*)
Advertisement