Vaksin - Image from gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Beijing, Bolong.id - Zhong Nanshan (钟南山), seorang profesor ahli pernapasan yang dikenal sebagai penemu virus korona SARS 2003 menyatakan, vaksin COVID-19 dapat digunakan secara darurat pada awal musim gugur atau akhir September mendatang. Dilansir dari news.cgtn.com, kabar ini diungkap Zhong dalam suatu acara medis bersama Baidu (百度) pada Sabtu (6/6/2020) lalu.
Dirinya menyebutkan, jika virus ini dapat menyebabkan korban jiwa sebanyak 30 hingga 40 juta orang. "Oleh karena itu, solusi adalah dengan melakukan vaksinasi massal. Pada saat ini, enam vaksin sedang menjalani uji klinis di Tiongkok," sebut Zhong Nanshan (钟南山).
Seperti diberitakan sebelumnya, saat ini Tiongkok telah mengembangkan beberapa vaksin COVID-19 dan telah merilis sebuah buku yang disebut buku putih berjudul "Fighting Covid-19: China in Action". Buku ini berisi berbagai upaya negara tersebut dalam memerangi virus corona dengan melakukan penelitian dan pengembangan obat-obatan, vaksin serta reagen (zat) pengujian. Tidak hanya itu, buku putih tersebut juga berisi riwayat kerja sama internasional mereka dengan sejumlah negara dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam buku putih tersebut juga dijelaskan jika para peneliti Tiongkok telah mengembangkan vaksin dengan menggunakan lima jalur teknis yaitu vaksin tidak aktif, vaksin protein rekombinan, vaksin virus influenza yang dilemahkan, vaksin vektor adenovirUS serta vaksin asam nukleat. Dalam perkembangannya, berdasarkan hasil riset tersebut terdapat empat vaksin tidak aktif dan satu vaksin vektor adenovirUS yang telah disetujui untuk dapat diuji secara klinis.
Dalam kondisi terkini, virus corona baru telah menyebar ke segala penjuru dunia, termasuk Indonesia. Hal ini membuat seluruh ahli dunia berlomba lomba untuk mengupayakan pembuatan vaksin. Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, penemuan vaksin corona bukanlah sesuatu hal yang mudah. Karena itu, ia menegaskan pentingnya upaya pemutusan rantai penularan COVID-19 yang harus terus dilakukan dengan usaha bersama.*
Advertisement