Social distance di Indonesia - Image from diadona.id
Di tengah mewabahnya kasus virus corona yang kian mengganas, menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh menjadi hal yang sangat penting dilakukan saat ini.
Masyarakat pun dihimbau agar selalu rajin mencuci tangan dengan sabun, guna membersihkan bakteri atau virus yang menempel dan juga menggunakan masker ketika mulai merasakan gejala flu dan batuk.
Selain itu, masyarakat juga perlu menerapkan social distancing.
Di mana orang itu harus menjaga jarak dengan orang lain yang berada sekitarnya minimal 3 langkah atau 1 meter. Hal ini dilakukan agar meminimalisir risiko penularan virus corona tersebut.
Social distancing sudah diterapkan sejak beberapa waktu terakhir.
Seperti di stasiun, pusat perbelanjaan, hingga area perkantoran.
Salah satu cara social distancing ini dilakukan seperti harus memasang area pembatas, agar satu sama lain tidak saling berdekatan.
Sistem social distancing ini telah diterapkan di berbagai wilayah sebagai salah satu langkah mencegah corona.
Sistem social distancing atau yang dapat disebut menjaga jarak telah diterapkan oleh perilaku masyarakat negara-negara yang terdampak penyebaran corona.
Dan berdampak positif terhadap penyebaran corona.
Di Indonesia sendiri guna meminimalisir pencegahan penyebaran virus corona,
Presiden Joko Widodo juga mengeluarkan himbauan bagi masyarakat untuk bekerja di rumah.
Hal ini telah disampaikan pada jumpa pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3/2020).
Segala aktivitas yang melibatkan banyak masyarakat dan berkumpul di satu tempat kini harus ditunda ataupun ditiadakan.
Hal ini dilakukan agar menghambat persebaran virus corona yang mudah tersebar melalui udara. Terbayang jika dalam satu gerombolan ada yang positif satu kumpulan bisa terjangkit juga.
Sebenarnya social distancing bukan sebuah istilah yang baru, apa lagi bagi negara-negara yang terlebih dahulu terkena wabah virus corona. Seperti halnya di negara China, Korea Selatan, Thailand, Italia, dan Filipina
Dilansir dari voanews, akibat suksesnya praktek social distancing di Korea Selatan, negara ini tak perlu melakukan lockdown. Hal ini berimbas pada perekonomian negara tersebut yang cenderung lebih stabil jika dibandingkan negara Italia dan Iran.
Melakukan praktek social distancing memang harus diimbangi dengan kesadaran dari warga negaranya sendiri. Berikut merupakan potret social distancing dari negara Tiongkok dan negara lainnya dibandingkan dengan social distancing di Indonesia.
Potret Social Distancing di Tiongkok dan Negara Lainnya, Cegah Penyebaran COVID-19
1. Warga yang sedang mengantri di Tiongkok
Warga yang sedang mengantri di Tiongkok - Image from brilio.net
Potret ini melihatkan warga Tiongkok yang mengantri dan tertib menyisakan jarak sekitar satu meter dari orang lain di depan maupun belakangnya dengan menerapkan aturan social distancing.
2. Pada restoran di Tiongkok juga menerapkan 'one man one table'
Pada restoran di Tiongkok juga menerapkan 'one man one table' - Image from brilio.net
Ketika makan di restoran, cafe atau tempat umum lainnya, mereka juga memilih untuk tidak berdekarang dengan teman atau orang lain. Mereka menggunakan satu meja makan per orang.
3. Di Tiongkok beberapa area publik terpasang garis antrian
Tempat keagamaan berjalan tapi dibatasi - Image from brilio.net
Ada banyak area yang digunakan banyak orang menggunakan garis antrian yang berjarak satu meter setiap orang.
4. Dibatasi dengan police line
Dibatasi dengan police line - Image from brilio.net
Tak hanya dilakukan oleh Tiongkok, aturan social distancing juga diterapkan oleh Filipina. Negara itu bahkan telah menyediakan banyak fasilitas yang digunakan untuk membantu warganya tidak lupa untuk melakukan social distancing.
Seperti pemasangan police line atau garis polisi di tempat yang cenderung akan didatangi oleh orang banyak. Seperti restoran, tempat keagamaan, cafe, dan tempat perbelanjaan.
5. Kegiatan keagamaan tetap berlangsung
Kegiatan keagamaan tetap berlangsung - Image from brilio.net
Salah satu gereja di Filipina tak tutup walau ada aturan social distancing. Dengan pemasangan garis polisi pada setiap jarak antar orang satu dan orang lainnya menjadi solusi.
Walaupun tengah melibatkan orang banyak di dalamnya, kegiatan misa natal pada gereja Filipina tetap berlangsung dengan hikmat. Tetapi tentu saja dengan mematuhi dan menerapkan social distancing.
6. Lift diberlakukan stiker pembatas berdiri
Lift diberlakukan stiker pembatas berdiri - Image from brilio.net
Penerapan aturan social distancing ini juga dilakukan di Thailand, salah satunya dengan memberikan stiker pembatas atau garis kuning yang di tempel pada lantai lift.
7. Tanda merah di setiap restoran
Tanda merah di setiap restoran - Image from brilio.net
Tak hanya negara diatas saja. Di Singapura, social distancing juga berlaku pada restoran dan tempat keramaian lainnya. Yakni dengan penempelan stiker merah di beberapa tempat duduk yang tak boleh digunakan.
Nah itulah beberapa social distancing di beberapa negara termasuk Tiongkok. Lalu bagaimana sistem social distancing ini diterapkan di Indonesia?
Social distancing memang menjadi langkah atau alternatif yang diambil pemerintah Indonesia mengantisipasi agar virus tersebut tidak menyebar luas.
Pemerintah juga meliburkan sekolahan, kantor-kantor besar dan menggantinya dengan melakukan work from home selama 14 hari.
Namun sayangnya, himbauan ini hanya dianggap angin lalu oleh beberapa orang, alih-alih mengisolasi diri, mereka malah berwisata bersama keluarga.
Dalam kondisi seperti ini, warga Indonesia malah berdempet-dempetan di tempat umum seperti halnya mengantri untuk masuk kendaraan umum.
Walau sudah memakai masker, namun berdempet-dempetan sepertinya ini kurang efektif untuk mencegah.
Social Distancing di Indonesia
Wisatawan penuhi pantai carita - Image from wajibbaca.com
Tak hanya Tiongkok, Indonesia pun tengah melakukan segala upaya untuk mengerem penyebaran virus corona. Terbaru, Indonesia menduduki tingkat kematian corona nomor 9 di dunia. Artinya, angka harapan hidup warga yang positif corona di Indonesia terbilang sangat rendah.
Apa saja upaya Indonesia dalam menanggulangi wabah corona? Salah satunya yaitu dengan mengeluarkan kebijakan work from home atau kerja jarak jauh dan meliburkan sekolah beserta kampus-kampus selama 2 pekan.
Keputusan ini pun dibarengi dengan himbauan agar karyawan dan pelajar yang diliburkan mengisolasi dirinya sendiri di rumah, hal ini bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus corona.
Namun sayangnya, himbauan ini hanya dianggap angin lalu oleh beberapa orang, alih-alih mengisolasi diri, mereka malah berwisata bersama keluarga.
Disaat semua pemerintah daerah memberlakukan partial lockdown dan social distancing bagi para warganya demi mencegah penyebaran virus corona, justru banyak warga yang malah melakukan tindakan sebaliknya.
Alih-alih tinggal di rumah demi mensupport niat baik pemerintah dalam mengontrol penyebaran virus corona, para warga santuy ini malah memanfaatkan waktu social distancing selama 2 pekan dari pemerintah untuk berlibur bersama keluarga.
Terbaru Rabu kemarin, pantai Carita-Anyer, Banten dibanjiri wisatawan yang didominasi warga Jakarta yang mayoritas adalah orangtua dan anak-anak yang mendapat kebijakan kerja dan sekolah jarak jauh dari Pemprov DKI.
Fenomena aneh ini agaknya menjadi sorotan, bagaimana acuhnya warga Indonesia terhadap virus corona. Hal ini pun diperparah dengan pemerintah pusat yang terkesan 'lelet' dalam mengeluarkan kebijakan-kebijakan terkait penyebaran virus corona.
Kasus corona di Indonesia pun semakin bertambah, tak tanggung-tanggung, kenaikan itu bisa mencapai 30% setiap harinya.
Social distance - Image from twitter.com
Social distance - Image from twitter.com
Social distance - Image from twitter.com
Sebenarnya tidak dosa kok, alias boleh-boleh saja menghadapi suatu bencana atau pandemik dengan santai, tapi jangan lupa untuk selalu waspada dan bijak.
Tahukah Anda, sebenarnya, fase 'santuy' ini sudah pernah dialami oleh warga Italia, lho?
Ya, seperti yang dilakukan warga Indonesia sekarang, masih hidup seperti biasa, tidak akan berhenti keluar rumah dan bertemu teman-teman. "Aku nggak bakal kena. Semuanya baik-baik aja." pikir mereka saat itu.
Kebayang nggak kalian mesti ngantre kendaraan umum spt ini?
— Zulfikar Akbar (@zoelfick) March 16, 2020
Inilah pemandangan Jakarta hari ini. pic.twitter.com/aq7XEK9lJa
Sama halnya kita tahu kalau virus corona muncul di negara kita. "Oh santai aja, kan cuma flu ini! Aku enggak berusia 75 tahun ke atas, aman lah! Semua orang lebay! Apa banget borong hand sanitizer dan masker! Biasa aja kali!"
Tujuannya bukan untuk menciptakan kepanikan tapi menjadi acuan agar kita semua berhati-hati dan tidak meremehkannya.
Namun yang terpenting kalau kita tidak menanamkan mindset hati-hati ke banyak orang, kita terancam untuk jatuh ke lubang yang sama, inilah yang harus kita pikirkan bersama.
Tak hayal, Indonesia tercatat pada hari ini sudah mencapai angka 369 pasien positif corona (21/03/2020). terbukti, penularan COVID-19 di negara maju bisa cepat ditangani karena memang adanya kesadaran dari diri masing-masing, semoga Indonesia bisa mencontoh negara tetangga ya! Stay safe semuanya.
Perlunya Social Distancing
Upaya social distancing sangat penting untuk dipahami sebagai salah satu bentuk pencegahan penularan COVID-19, selain itu juga berguna untuk mengurangi beban layanan kesehatan masyarakat.
Arti dari 'social distancing' itu sendiri adalah mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah dan interaksi dengan orang lain. Hal ini dianggap mampu mencegah dan mengurangi kontak tatap muka langsung.
Langkah ini termasuk menjaga diri kita agar tidai pergi ke tempat-tempat yang ramai dikunjungi, seperti supermarket, bioskop, bandara, restoran,cafe dan lainnya,
Kita juga harus menjaga jarak setidaknya 1,5 meter dari orang lain, walaupun pakar kesehatan telah mengatakan bahwa hal ini tidak bisa diterapkan di segala situasi.
Mereka yang menganjurkan metode ini sebagai tindakan pencegahan sehingga virus ini tidak menyebar ke orang lain.
Kontak fisik secara langsung, seperti halnya berjabat tangan, berpelukan, dan juga berciuman juga harus dihentikan atau tidak boleh dilakukan karena virus Corona menyebar lewat 'droplet', atau tetesan air liur.
Ayo kita terapkan social distancing untuk membantu mencegah penyebaran virus corona.
Advertisement