Lama Baca 2 Menit

China Siaga Kasus Malaria Impor

17 September 2022, 15:01 WIB

China Siaga Kasus Malaria Impor-Image-1
Nyamuk - chinadaily.com.cn


Beijing, Bolong.id - Tiongkok dinilai menjadi negara yang berisiko terjangkit wabah malaria domestik, yang dipicu oleh kasus impor, sebut seorang pakar kesehatan pada hari Jumat (16/9).

Dilansir dari chinadaily.com.cn edisi Jumat (16/09/22), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Tiongkok bebas malaria pada Juni tahun lalu, dan memujinya sebagai pencapaian luar biasa, sebut Zhou Xiaonong, direktur Institut Nasional Penyakit Parasit di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok.

Namun, dia menambahkan bahwa Tiongkok masih melaporkan sekitar 3.000 infeksi impor setiap tahun per akhir 2019.

Pada tahun 2020, diperkirakan ada 241 juta kasus malaria di 85 negara endemis malaria di seluruh dunia, naik 6% dari tahun 2019. Kematian akibat malaria juga meningkat 12% selama periode yang sama, menjadi sekitar 627.000 pada tahun 2020, menurut data WHO.

"Tiongkok sering berkomunikasi dengan negara-negara Afrika dan Asia Tenggara, dan peningkatan jumlah pelancong lintas negara berarti risiko penyebaran kasus malaria impor tetap ada," sebutnya.

Selain itu, habitat perkembangbiakan vektor malaria utama, terutama nyamuk, masih ada di Tiongkok. Zhou mengatakan bahwa nyamuk tidak dapat dibasmi dengan teknologi yang ada saat ini, dan keberadaan mereka dapat meningkatkan risiko penyebaran malaria secara luas.

Untuk mengatasi potensi bahaya tersebut, Tiongkok diberitakan telah merilis aturan baru guna mencegah kasus malaria impor yang memicu penularan penyakit lokal, serta menyoroti tindakan pencegahan dini malaria, dan tanggap darurat terkait kasus malaria impor. (*)

 

Informasi Seputar Tiongkok