ilustrasi makanan berbahan vegetarian - Image from : gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Setiap tahun pada Hari Raya Waisak di Malaysia, kelompok-kelompok Buddhis mengadakan penjualan amal makanan berbahan vegetarian atau kegiatan vegetarian bagi khalayak umum. Namun, tahun ini, akibat pengaruh beberapa kebijakan selama masa pandemi COVID-19, maka Perayaan Hari Raya Waisak tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya, mengakibatkan lesunya pasar makanan berbahan vegetarian.
Menurut keterangan yang didapat dari pedagang di toko-toko makanan vegetarian, pandemi COVID-19 telah mengganggu pasar makanan vegetarian menjelang Hari Raya Waisak. Akan tetapi pasar makanan vegetarian memang sebelumnya telah diprediksi akan menjadi lesu, sehingga tidak ada stok dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan pasar Hari Raya Waisak seperti pada tahun sebelumnya.
Menurut narasumber, yang merupakan pedagang makanan vegetarian, sejak awal ditetapkannya beberapa kebijakan selama masa pandemi, tokonya telah menyetok suplai dan membeli kebutuhan-kebutuhannya agar terhindar dari kerugian. Meskipun demikian, umur simpan bahan baku makanan berbahan vegetarian ini hanya selama 1 hingga 2 tahun saja, sehingga menurut pengakuan narasumber, ia tidak khawatir barangnya tidak akan tidak terjual dan tidak takut mengalami kerugian.
Di Tiongkok sendiri, jika ditilik dari sudut pandang sejarah, umat Buddha Tiongkok menjadi vegetarian karena anjuran kaisar Liang Wudi (Dinasti Liang Selatan 502-557 SM) dan hal tersebut menjadi umum sampai sekarang.
Advertisement