Lama Baca 4 Menit

McKinsey: 8 Tahun Lagi Banyak Pekerjaan di China Digantikan Mesin, 100 Juta Orang Pindah Karir

15 February 2022, 18:41 WIB

McKinsey: 8 Tahun Lagi Banyak Pekerjaan di China Digantikan Mesin, 100 Juta Orang Pindah Karir-Image-1

Ilustrasi Pekerja Lapangan - Image from biometricupdate.com

Bolong.id - Menurut sebuah laporan yang dikeluarkan oleh McKinsey Global Institute, sekitar 375 juta orang di dunia akan menghadapi perubahan karena perkembangan teknologi. Dari jumlah yang disebutkan, Tiongkok menyumbang 100 juta di antaranya.

Dilansir dari 中国企业报 pada Senin (14/2/2022), laporan McKinsey membagikan 11 kategori industri, untuk melihat perubahan permintaan (demand) pekerjaan di berbagai negara di masa depan. 

Pekerjaan yang melibatkan kerja kreatif, insinyur teknik, manajemen, dan interaksi sosial telah berkembang secara signifikan karena mesin belum mampu menggantikan manusia di bidang ini. 

Di sisi lain, pekerjaan yang melakukan aktivitas fisik diprediksi akan mengalami penurunan permintaan yang signifikan.

Saat ini, teknologi AI secara bertahap memasuki kehidupan kita. Perubahan apa yang akan dibawa AI kepada kita di masa depan? 

Kita harus percaya bahwa masyarakat yang menghargai teknologi akan dapat berkembang, dan kita berharap di masa depan, mesin dapat menjadi mitra manusia, bukan saingan, atau pengganti.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa upah pekerja akan menghadapi penurunan. 

Pada saat yang sama, persyaratan kualifikasi pekerjaan akan lebih ditingkatkan, jumlah pekerjaan yang membutuhkan gelar pendidikan rendah akan berkurang, dan jumlah pekerjaan yang membutuhkan gelar universitas akan meningkat.

Laporan McKinsey secara khusus menunjukkan bahwa digantikan oleh robot tidak berarti akan muncul pengangguran massal, karena pekerjaan baru juga akan tercipta. 

Hal ini mendorong orang-orang untuk meningkatkan keterampilan mereka guna menghadapi perubahan besar yang akan datang ini.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa pada tahun 2030, antara 75 juta dan 375 juta orang di seluruh dunia akan dipekerjakan kembali dan mempelajari keterampilan baru. 

Secara kuantitatif, Tiongkok akan menghadapi transisi pekerjaan terbesar, dengan perkiraan 12 juta hingga 102 juta orang Tiongkok.

Faktanya, jumlah pekerjaan yang akan digantikan oleh mesin di berbagai negara akan dipengaruhi oleh banyak faktor seperti ekspektasi pembangunan ekonomi, pertumbuhan angkatan kerja, dan tingkat upah. 

Negara-negara dengan upah yang lebih tinggi lebih rentan terhadap otomatisasi, dan dengan perkembangan ekonomi yang pesat, jika total angkatan kerja menurun, lebih banyak pekerjaan akan digantikan oleh otomatisasi di masa depan.

Dalam posisi tertentu, pekerjaan fisik di lingkungan yang stabil (seperti operator mesin dan karyawan industri makanan cepat saji) akan menjadi yang pertama terkena dampak. 

Pekerjaan di lingkungan yang mudah berubah, berisiko lebih rendah untuk terkena dampak, karena secara teknis sulit untuk diotomatisasi. Pekerjaan seperti peneliti profesional, pengasuh, arsitek, manajer, pendidik, teknologian, dan seniman akan meningkat permintaannya di masa depan.

Khusus untuk posisi keperawatan (dokter, perawat, perawat senior), baik negara maju maupun berkembang memiliki permintaan tenaga kerja yang besar, yang jelas dipengaruhi oleh perubahan global.

Dalam laporan ini, McKinsey juga memiliki laporan yang didedikasikan untuk Tiongkok. McKinsey percaya bahwa Tiongkok akan mendapat manfaat dari otomatisasi ini. 

Di satu sisi, populasi Tiongkok tengah menua, dan pada tahun 2030, 17% populasi akan berusia di atas 65 tahun, maka akan ada kesenjangan tenaga kerja, sulit untuk meningkatkan efisiensi produksi. (*)


Informasi Seputar Tiongkok