Ilustrasi bertema metaverse - Image from DAO
Bolong.id - Metaverse, dunia dengan konsep virtual dan augmented reality, termasuk game dan lingkungan kerja jarak jauh, adalah hal baru yang menarik bagi investor teknologi Tiongkok.
Yuanchuang Metaverse, sebuah lembaga think tank yang berbasis di Shenzhen, menilai semua perusahaan yang relevan di Tiongkok berdasarkan teknologi, pengenalan merek, pendapatan, dan potensi pengembangan mereka di masa depan.
Dilansir dari SupChina, berikut adalah 10 besar perusahaan metaverse di Tiongkok.
1. Tencent
Logo Tencent - Image from Internet. Segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami
Tencent (腾讯) sudah menjadi pesaing terbesar Tiongkok untuk supremasi metaverse global. Tencent memiliki berbagai aplikasi tak tergantikan seperti WeChat, Kogou Music (Spotify Tiongkok), Tencent Meetings (Zoom Tiongkok).
2. Huawei
Logo Huawei - Image from iStock
Raksasa telekomunikasi ini adalah pengembang terkemuka elektronik konsumen, telepon pintar, dan teknologi 5G. Setelah dua tahun dikenai sanksi AS, yang membuat bisnis ponsel cerdasnya menggantung, Huawei (华为) merambah ke perangkat lunak kendaraan listrik dan metaverse untuk peluang pertumbuhan baru.
Pada November 2021, Huawei meluncurkan aplikasi Starlight Tower, sebuah game augmented-reality interaktif. Aplikasi ini mirip seperti Pokemon Go, mengubah lingkungan pengguna menjadi pengalaman AR yang imersif.
Januari ini, Huawei meluncurkan demo teknologi pemetaan 3D, yang dikenal sebagai Cyberverse. Analis menganggap teknologi ini sebagai tulang punggung produk metaverse Huawei di masa depan.
3. Alibaba
Logo Alibaba - Image from Internet. Segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami
Raksasa e-commerce ini memamerkan ambisi metaverse-nya lebih duluan ketika menginvestasikan sebanyak $790 juta (sekitar Rp 11,3 T) dalam augmented-reality unicorn Magic Leap pada tahun 2016. Sejak itu, perusahaan itu telah menginvestasikan lebih dari $1 miliar (sekitar Rp 14,3 T) kepada startup AR dan VR.
Pada Mei 2021, Alibaba (阿里巴巴) meluncurkan idola virtual pertamanya, Ayayi, karakter AI yang sangat mirip dengan manusia, mulai dari ekspresi wajahnya hingga gerakan tubuhnya.
4. Baidu
Logo Baidu - Image from Internet. Segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami
Raksasa pencarian Tiongkok, Baidu (百度), meluncurkan produk metaverse pertama buatan Tiongkok pada Desember 2021. Dikenal sebagai Xirang , teknologi metaverse ini diungkapkan oleh CEO Robin Li (李彦宏 Lǐ Yànhóng) di sebuah Konferensi pengembang AI yang diadakan secara virtual.
5. NetEase
Logo NetEase - Image from Internet. Segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami
NetEase (网易) adalah raksasa game Tiongkok lainnya setelah Tencent. Perusahaan ini memiliki berbagai kompetensi metaverse di bidang-bidang seperti VR/AR, AI, cloud gaming, dan blockchain.
Pada Agustus 2021, cabang AI NetEase merilis sistem pertemuan virtual yang disebut Yaotai, mirip dengan Zoom Tiongkok yang didukung VR. Tahun ini, raksasa game tersebut berencana untuk membuat langkah besar ke metaverse dengan meluncurkan platform konten yang dibuat pengguna sendiri.
6. ByteDance
Logo Bytedance - Image from Jeffrey Towson
Perusahaan induk TikTok, ByteDance (字节跳动), saat ini sedang menguji beta aplikasi metaverse miliknya sendiri yang disebut Party Island, pesaing dari XiRang milik Baidu dan Starlight Tower milik Huawei.
Raksasa teknologi itu menolak label metaverse, tetapi jejaring sosialnya secara konseptual tidak berbeda jauh: memungkinkan pengguna untuk membuat avatar pribadi, mengobrol di dunia virtual, dan menjadwalkan acara di dunia nyata.
7. MiHoYo
Logo Mihoyo - Image from Aoyoyo Gamer
Didirikan pada tahun 2012, MiHoYo (米哈游) adalah pengembang game berbasis di Shanghai yang dikenal dengan game kerennya, Genshin Impact, sebuah game role-playing (RPG) dunia terbuka, yang menjadi game terlaris secara global tahun lalu.
MiHoYo adalah pendukung utama perusahaan sosial metaverse, Soul, aplikasi jejaring sosial yang ditujukan untuk Gen Z Tiongkok. Aplikasi proto-metaverse ini telah mengajukan IPO di Amerika Serikat dengan MiHoYo sebagai pendukungnya.
8. Lilith Games
Lilith Games - Image from Huangyang Designs
Didirikan pada tahun 2013, Lilith Games (莉莉丝) yang berbasis di Shanghai adalah salah satu dari lima penerbit game teratas Tiongkok berdasarkan pendapatan, yang dikenal dengan judul-judul pemenang penghargaan seperti AFK Arena dan Rise of Kingdoms. Dengan 1.900 karyawan yang tersebar di 180 kabupaten dan wilayah di Tiongkok, Lilith, seperti pesaingnya MiHoYo, bersiap untuk ekspansi global.
9. Xiaomi
Logo Xiaomi - Image from Xiaomi
Xiaomi (小米) adalah raksasa elektronik Tiongkok, yang sering kali dibandingkan dengan Apple karena desainnya. Raksasa teknologi ini adalah pembuat smartphone terbesar ketiga di dunia di belakang Samsung dan hadir di lebih dari 80 negara di seluruh dunia.
Tahun lalu, Xiaomi terjun membuat kendaraan listrik dan real estat metaverse. Ia memiliki 129 paten terkait metaverse, menurut Yuanchuang Metaverse, tetapi menggunakan strategi yang unik: laporan media Tiongkok menyarankan Xiaomi memasuki pasar melalui sistem pembayaran seluler yang dirancang langsung untuk metaverse.
10. ZTE
Logo ZTE - Image from Android Authority
Didirikan pada tahun 1985 di Shenzhen, ZTE Corporation (中兴通讯) adalah perusahaan telekomunikasi multinasional yang diklasifikasikan sebagai badan usaha milik negara (BUMN) namun dijalankan secara swasta.
Infrastruktur AI ZTE sangat maju. Pada bulan November, teknologi AI-nya memenangkan tempat ketiga dalam kompetisi jaringan global. Selain menjadi pemimpin industri dalam jaringan 5G dan teknologi komputasi, ZTE telah merekrut talenta segar dalam proyek infrastruktur Internet of Things (IoT), AR, dan blockchain.
Baru-baru ini, ZTE mempekerjakan tim khusus untuk mengerjakan VR dan proyek terkait metaverse lainnya melalui anak perusahaannya Nubia. ZTE tampaknya berfokus terutama pada pengembangan teknologi yang diperluas. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement