Lama Baca 2 Menit

4 Relawan Vaksin COVID-19 Pfizer Alami "Bell's Palsy", Apa Itu?

14 December 2020, 11:30 WIB

4 Relawan Vaksin COVID-19 Pfizer Alami

Vaksinasi - Image from dw.com

Jakarta, Bolong.id - Pada uji coba vaksin Pfizer dan BioNTech di AS yang dilakukan oleh beberapa relawan. Ada empat kasus bell's palsy yang terjadi, dan hingga kini pemerintah terus memantau kejadian ini.

Mengutip CNBC, Jumat (11/12/2020), hal tersebut dilakukan setelah adanya peserta uji coba vaksin virus corona Pfizer di AS yang mengalami bell's palsy. Kendati demikian, BPOM AS (FDA) menyebut kondisi tersebut disebut tidak berhubungan dengan uji coba vaksin.

"Empat kasus bell's palsy di antara penerima vaksin dianggap konsisten dengan tingkat latar belakang yang diharapkan dalam populasi umum dan tidak ada dasar yang jelas untuk menyimpulkan hubungan kausal saat ini," kata FDA dalam penjelasannya, Kamis (10/12/2020).

Dilansir dari Halodoc.com, Bell's palsy merupakan kelemahan yang terjadi pada salah satu sisi otot wajah yang sifatnya sementara. Sisi wajah yang terserang Bell’s palsy biasanya akan terlihat melorot. Umumnya, kondisi ini terjadi pada wanita hamil, pengidap diabetes, dan HIV.

Saraf yang rusak pada bagian wajah akan berdampak pada indra perasa dan cara tubuh menghasilkan air mata dan ludah. Umumnya, Bell's palsy datang secara tiba-tiba dan membaik dalam hitungan minggu.

Bell's palsy dinamai menurut ahli anatomi Skotlandia, Charles Bell, yang pertama kali menggambarkan kondisi tersebut.

Penyebab bell's palsy Para ahli hingga kini belum mengetahui pasti penyebab bell's palsy. Namun, bel'ls palsy terjadi saat saraf kranial ketujuh membengkak atau tertekan, sehingga sebagian wajah mengalami lemah atau lumpuh. Penyebab pasti kerusakan saraf ini belum teridentifikasi. (*)