Lama Baca 3 Menit

Studi: Vaksin Sinopharm Tidak Memiliki Risiko Gumpalan Darah

19 August 2021, 16:41 WIB

Studi: Vaksin Sinopharm Tidak Memiliki Risiko Gumpalan Darah-Image-1

Vaksin Sinopharm - Image from Internet. Segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami

Bolong.id - Menurut berita dari akun publik WeChat resmi Sinopharm pada 16 Agustus, baru-baru ini, jurnal akademik internasional Science Bulletin yang menyatakan vaksin Sinopharm tidak beresiko menyebabkan gumpalan darah pada pengguna vaksin.

Dilansir dari Harian Guangzhou pada Selasa (17/08/2021), jurnal tersebut diterbitkan oleh Direktur pengobatan pernapasan dan perawatan kritis, Rumah Sakit Ruijin yang berafiliasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Jiaotong Shanghai, direktur lembaga penelitian penyakit pernapasan, Profesor Qu Jieming (瞿介明).

Prospek dari tim peneliti adalah untuk mengeksplorasi apakah vaksin inaktif COVID-19 akan mendorong produksi auto-antibodi terkait trombus (gumpalan darah) dan meningkatkan risiko kejadian gumpalan darah setelah vaksinasi.

Penelitian dilakukan di antara 406 staf medis di Rumah Sakit Ruijin Tiongkok yang telah secara sukarela menerima vaksinasi dua dosis vaksin Sinopharm.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dosis pertama vaksin inaktif COVID-19, tingkat positif antibodi COVID-19 pada kelompok adalah 0 atau tidak ada, dan 4 minggu setelah dosis kedua vaksin, tingkat positif konversi antibodi COVID-19 adalah 95,81%. Selama masa tindak lanjut minimal 8 minggu, tidak ada pasien yang terdaftar mengalami kejadian gumpalan darah sehingga disimpulkan bahwa vaksin Sinopharm tidak beresiko menyebabkan gumpalan darah.

Saat ini, vaksin Sinopharm telah terdaftar dan dipasarkan di 9 negara termasuk Tiongkok, UEA, Bahrain, Bolivia, Seychelles, Thailand, Turkmenistan, Malaysia, Peru, 98 negara dan wilayah dan organisasi internasional telah menyetujui penggunaan darurat. Lebih dari 100 negara telah dengan jelas menyatakan kebutuhan penggunaannya, dan populasi yang divaksinasi telah mencakup 196 negara.

Pada awal Juli lalu Indonesia kembali menerima vaksin Covid-19 Sinopharm Tiongkok. Sebanyak 500.000 dosis vaksin itu tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (3/8/2021), sekira pukul 13.00 WIB. 

"Sehingga karena sebelumnya kita sudah menerima 7,5 juta dosis, keseluruhannya kita sudah menerima 8 juta dosis vaksin Sinopharm di Indonesia," kata Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa. 

Hari ini, tepatnya Kamis (19/8), pemerintah Indonesia juga mulai melaksanakan vaksinasi khusus bagi penyandang disabilitas menggunakan vaksin Sinopharm di sejumlah daerah. (*)

Informasi Seputar Tiongkok