Home     news     china
Lama Baca 3 Menit

Penjualan Makanan Ringan di China Diprediksi Rp 267 Triliun di 2022

28 July 2021, 11:58 WIB

Penjualan Makanan Ringan di China Diprediksi Rp 267 Triliun di 2022-Image-1

Pelanggan mengantri di sebuah restoran makanan ringan di Beijing. - Image from People Daily Online

Beijing, Bolong.id - Dilansir dari 人民网 pada Rabu (28/7/2021), lembaga Euromonitor International, menyatakan bahwa pertumbuhan produksi makanan di Tiongkok tumbuh pesat. Diprediksi, tahun depan  nilai kapitalisasi pasar sekitar 120 miliar yuan (sekitar Rp267,3 triliun).

Sementara, laporan yang dirilis Chinese Nutrition Society, 94,9 persen orang yang disurvei mengonsumsi makanan ringan setidaknya sekali seminggu, dan 55,7 persen menikmati makanan ringan dua hingga empat kali seminggu, sedangkan kelompok konsumen utama ternyata adalah karyawan biasa dan mahasiswa.

Agar cukup langsing untuk gaun yang bagus selama musim panas, seorang wanita muda bermarga Lu, yang bekerja di sebuah perusahaan keuangan di Beijing, sering pergi ke beberapa restoran makanan ringan bersama rekan-rekannya.

"Kami sering membicarakan makanan ringan mana yang paling enak. Bagi saya, saya suka semua jenis hidangan nasi rendah kalori, serta makanan nasi multigrain dengan sayuran dan hidangan daging. Saya tidak perlu khawatir berat badan bertambah," kata Lu.

Lu menambahkan, "Teman-temanku juga menikmati makanan ringan, yang tidak hanya membantu mereka menghemat waktu tetapi juga memberi mereka nutrisi yang cukup."

Karena peningkatan konsumsi dan peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat, terutama sebagai akibat dari pandemi COVID-19, konsumen lebih memperhatikan industri yang berhubungan dengan kesehatan, sementara makanan ringan semakin populer di kalangan anak muda.

Untuk memenuhi permintaan pelanggan dengan lebih baik, kantin di banyak universitas Tiongkok seperti Universitas Peking, Universitas Tsinghua, Universitas Sichuan, Universitas Yangzhou dan Universitas Normal Yunnan juga telah memperkenalkan etalase baru yang menjual makanan ringan.

Makanan ringan, dengan kalori yang rendah, tampilan yang menyenangkan dan konsep yang sehat, telah membuat kehadirannya terasa di kalangan anak muda, Zhang Jie, pendiri dan CEO Huadan Angel Investment, menjelaskan, "Sekarang sudah menjadi hal biasa bagi anak muda untuk berfoto makanan atau minuman ringan dan mempostingnya di jejaring sosial mereka dan mengobrol dengan teman-teman mereka tentang topik ini."

Zhang juga memperhatikan bahwa postingan terkait makanan ringan di media sosial selalu mengundang banyak komentar.

"Beberapa berbicara tentang apakah makanan ringan itu enak atau tidak, sementara yang lain berbagi pengalaman mereka. Makanan ringan telah memberikan dimensi jejaring sosial baru sampai batas tertentu, yang merupakan salah satu alasan mengapa hal itu menarik bagi kaum muda," kata Zhang. (*)