Orang-orang mengenakan masker - Image from AP
Bolong.id - Baru-baru ini, jurnal ilmiah Nature menerbitkan sebuah penelitian oleh para ilmuwan di Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle, AS, untuk mempelajari 12 antibodi domain reseptor protein (RBD) lonjakan COVID-19 yang diekstraksi dari darah pasien COVID-19. Ditemukan bahwa salah satu antibodi tidak hanya dapat secara efektif menangani varian strain COVID-19, tetapi juga melawan banyak kerabat dekat COVID-19.
Virus COVID-19 menyerang melalui pengikatan domain reseptor protein lonjakan (RBD) ke protein ACE2 pada permukaan sel manusia. Para ilmuwan telah mengidentifikasi ribuan mutasi COVID-19, domain reseptor protein lonjakan (RBD), dan puluhan mutasi pada domain reseptor virus corona milik B (sarbecovirus) dari jenis virus corona.
Dilansir dari IT之家 pada Minggu (18/7/2021), studi tersebut menemukan bahwa antibodi dengan nama S2H97 dapat mengikat domain semua reseptor virus corona di laboratorium. Studi lebih lanjut menunjukkan bahwa situs pengikatan antibodi ke domain reseptor protein lonjakan (RBD) hanya terpapar ketika virus mencoba mengikat reseptor di permukaan sel inang.
Antibodi ini dapat mencegah penyebaran berbagai jenis virus COVID-19 dan virus corona lainnya di laboratorium percobaan sel in vitro. Selain itu, para ilmuwan menggunakan antibodi ini untuk melindungi hamster yang digunakan untuk pengujian dari infeksi virus COVID-19. Jika antibodi ini dapat diproduksi dalam batch, itu akan membantu merawat pasien yang terinfeksi virus corona baru. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement