Lama Baca 3 Menit

Menlu China Kunjungi Asia Tenggara, Solidaritas Lawan Pandemi

18 January 2021, 14:53 WIB

Menlu China Kunjungi Asia Tenggara, Solidaritas Lawan Pandemi-Image-1

Wang Yi - Image from fmprc.gov.cn

Beijing, Bolong.id - Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menyoroti pentingnya solidaritas dan kerja sama regional. Itu dikatakan  pada Minggu (17/1) setelah menyelesaikan perjalanan ke Myanmar, Indonesia, Brunei dan Filipina.

Wang mengatakan dalam sebuah wawancara media bahwa kunjungannya ke Myanmar mengirimkan pesan yang jelas bahwa Tiongkok bersedia memperdalam komunikasi dan memperkuat koordinasi dengan tetangganya, dan akan mendukung jalannya pemerintahan baru Myanmar.

Menteri luar negeri mengatakan kedua negara harus berjuang melawan pandemi COVID-19, membangun koridor ekonomi, saling mendukung  satu sama lain, dan mendorong kerja sama regional. Dilansir dari CGTN pada Senin (18/1/2021).

Ia juga menyoroti upaya bersama Myanmar dalam Kerjasama Lancang-Mekong dan Koridor Ekonomi Tiongkok-Myanmar.

Wang Yi mengatakan kerja sama Tiongkok-Indonesia di era pasca pandemi, Wang menyebut "tiga model" yang dicapai kedua belah pihak dalam kunjungannya, yakni model kerja sama vaksin, model pembangunan bersama Belt and Road, dan menjaga multilateralisme.

Mengenai hubungan Tiongkok-Brunei, Wang menyoroti peringatan 30 tahun pembentukan hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Brunei dan peringatan 30 tahun hubungan dialog Tiongkok-ASEAN sebagai peluang.

Pada peringatan ganda ke-30, Wang mengatakan Tiongkok dan Brunei telah sepakat untuk memperdalam kerja sama regional. Ia berharap Brunei dapat memainkan peran penuh sebagai ketua ASEAN, mendorong hubungan Tiongkok-ASEAN ke tingkat yang baru dan memandu kerja sama Asia Timur untuk fokus pada Asia Timur, pembangunan dan integrasi regional.

Mengingat perjalanannya ke Filipina, Menlu RI menekankan kerja sama terkait vaksin COVID-19, pemulihan ekonomi, dan masalah Laut China Selatan.

Dia juga menekankan hubungan Tiongkok-ASEAN selama kunjungannya, dengan mengatakan bahwa hubungan tersebut paling dinamis dan bermanfaat di antara mitra dialog ASEAN dengan manfaat nyata yang diberikan kepada dua miliar orang di 11 negara. (*)