Logo Alibaba - Image from Internet. Segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami
Beijing, Bolong.id - Pengadilan Tiongkok membatalkan tuntutan pelecehan seks mantan karyawan Alibaba terhadap rekan kerja.
Polisi pada Senin (6/9/2021) bahwa mantan manajer bermarga Wang itu ditahan 15 hari. Namun, polisi mengatakan tindakan itu bukan merupakan kejahatan.
Dilansir dari Sixth Tone Selasa (7/9/2021), Wang ditahan bulan lalu setelah seorang karyawan wanita, yang diidentifikasi bermarga Zhou, pasca klaim tindak pelecehan seksual. Zhou mengatakan manajer itu mabuk, menyerangnya di kamar hotel pada 27 Juli 2021 malam.
Zhou mengatakan dia melaporkan insiden itu ke polisi serta departemen sumber daya manusia Alibaba. Tuduhan ini pun sempat terbit dalam platform staf internal bulan lalu setelah setelah usaha sebelumnya sempat gagal.
Dalam surat yang di-posting di platform perusahaan pada 7 Agustus 2021 itu, Zhou mengatakan pula bahwa klien juga melecehkannya setelah makan malam dan minum alkohol bersama selama perjalanan bisnis ke Jinan.
Postingan Zhou memicu reaksi publik terhadap Alibaba karena penanganan kasus ini dianggap tidak tepat. Wang pun ditahan pada 10 Agustus 2021 dan klien lokal yang bermarga Zhang pun ditangkap sesuai dengan keputusan pengadilan Tiongkok pada Senin (6/9/2021).
Adapun menyusul pembebasan Wang, Alibaba mengatakan dalam sebuah pernyataan Selasa (7/9/2021) bahwa perusahaan selalu memiliki keyakinan pada kekuatan keadilan dan kebaikan.
"Faktanya telah diklarifikasi dan pengadilan telah membuat kesimpulannya. Kami akan belajar dari kejadian itu dan terus meningkatkan diri", sebut pihak Alibaba.
Sejalan dengan gerakan wanita di seluruh dunia yang kian vokal menentang pelecehan dan pelecehan seksual, banyak orang di Tiongkok turut menuntut keadilan para pelaku pelecehan.
Dalam beberapa pekan terakhir, kasus-kasus terkenal — termasuk penangkapan bintang pop Tiongkok-Kanada Kris Wu atas dugaan pemerkosaan dan tuduhan serupa terhadap pembawa acara TV Qian Feng — telah menjadi berita utama, meskipun para ahli mengatakan hanya segelintir kasus seperti itu yang berakhir di pengadilan.
Di tengah kritik atas kesalahan penanganan kasus Alibaba, beberapa perusahaan Tiongkok mengatakan mereka akan mengadopsi kebijakan yang lebih ketat terhadap pelecehan seksual.
Trip.com, iQiyi, dan Sina Corporation dilaporkan telah memperbarui kebijakan perusahaan mereka tentang pelecehan seksual, menurut Wall Street Journal. (*)
Advertisement