Lama Baca 3 Menit

Hari Autisme Sedunia: Perhatian Kepada Kelompok Autis Masih Kurang

03 April 2021, 12:00 WIB

Hari Autisme Sedunia: Perhatian Kepada Kelompok Autis Masih Kurang-Image-1

Hari Peduli Autisme Sedunia - Image from Unsplashed

Jakarta, Bolong.id - Tanggal 2 April diperingati sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia. Hari tersebut ditetapkan oleh Majelis Umum PBB demi meningkatkan penelitian masyarakat, diagnosis autisme, serta perhatian pada pasien autisme. Pun demikian, perhatian dan penerimaan masyarakat terhadap komunitas autis masih rendah.

Saat ini, autisme tidak dapat disembuhkan dan kebanyakan penderita autisme memiliki masalah intelektual dan gangguan sosial. Dilansir dari Xinhua pada Jumat (2/4/2021), tidak ada statistik resmi tentang jumlah orang dengan autisme di Tiongkok. Statistik yang mengestimasi lebih dari 10 juta pengidap autisme di Tiongkok didapatkan dari perkiraan data yang dimiliki organisasi sosial. Fakta ini pun mencerminkan masih kurangnya perhatian terhadap autisme saat ini.

Bicara soal autisme, karena pencitraan di media, banyak orang memandang kelompok autis sebagai orang-orang jenius yang berperilaku aneh. Faktanya, banyak penderita autisme yang mengalami kesulitan untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti makan dan berpakaian sehingga membutuhkan perawatan jangka panjang. Maka, perlu diingat bahwa meskipun banyak pengidap autisme yang berbakat, kelompok autis tetaplah perlu diperhatikan secara khusus. Terlebih, harus disadari juga bahwa anggota keluarga yang merawat atau mendampingi kelompok autis ini pastinya memiliki keterbatasan, misalnya sudah semakin menua.

Menurut reportase Xinhua, kekhawatiran lain yang perlu dicari solusinya adalah bagaimana membantu kelompok autis untuk dapat menjadi mandiri. Sudah ada beberapa institusi perawatan autis yang menawarkan kursus seperti memanggang dan memasak untuk membantu pasien autis dewasa menghidupi diri mereka sendiri, namun ketika menjalani prosedur bisnis, mereka dianggap bertingkah aneh dan tidak memenuhi syarat untuk terlibat dalam jenis pekerjaan ini. 

Oleh karena itu, departemen terkait dinilai harus memperkenalkan kebijakan pendampingan yang lebih detail dengan implementasi yang lebih kuat sehingga dapat meringankan beban kelompok autis dan keluarganya. Perawatan autis membutuhkan upaya bersama dari semua lapisan masyarakat dan harus dimulai dengan menghilangkan miskonsepsi. Riset pun menunjukkan, perawatan yang tepat dapat membantu kelompok autis untuk berperilaku baik dan berintegrasi ke dalam masyarakat. (*)