Busana khas Tiongkok - Image from guratgarut.com
Jakarta, Bolong.id - Setiap negara pasti memiliki pakaian tradisional, termasuk daerah Tiongkok yang tergolong negara multi-etnis. Ada percampuran berbagai elemen budaya masyarakat Tionghoa yang berbeda sehingga memunculkan kekayaan sejarah dan peradaban baru. Terlebih tiap dinasti punya wilayah, nilai, dan norma sosial yang berbeda sehingga memunculkan banyak jenis busana Tionghoa yang terkenal sampai sekarang.
Nah, kini Anda dapat menambah kekayaan pengetahuan Anda terkait berbagai pakaian khas Tionghoa dan sejarahnya. Dilansir dari IDN Times.com, simak berbagai busana asli masyarakat Tionghoa beserta sejarahnya:
Hanfu 汉服
Hanfu salah satu baju tradisional Cina - Image from Surabayapagi.com
Hanfu berasal dari bahasa Mandarin 汉服 yang berarti 'pakaian orang Han'. Han sendiri merupakan salah satu dinasti yang pernah berjaya di negara Tiongkok. Dari semua sejarah pakaian tradisional Tiongkok, Hanfu merupakan busana yang memiliki sejarah terpanjang.
Sebenarnya, Hanfu sangat jarang dikenakan oleh masyarakat meski memiliki penggemarnya sendiri yang aktif mengenakan Hanfu di acara-acara resmi. Minat yang masih hidup ini menjadi wajar mengingat Hanfu dinilai sangat penting dan menjadi bagian dari budaya Suku Han.
Sejarah mencatat bahwa pakaian ini sudah ada sejak 4000 tahun yang lalu. Legenda menceritakan bahwa saat itu permaisuri Huangdi, Leizu, membuat kain dari sutra dan kain ini berkembang menjadi populer. Sampai Dinasti Han, Hanfu terus dilestarikan oleh kalangan yang berkuasa saat itu sehingga jadi pakaian nasional suku Han. Meski Hanfu sempat dihilangkan oleh pemerintahan Tiongkok di sekitar tahun 1644-1911 dan tersingkir oleh gaya busana ala barat, pengaruh pakaian Hanfu tetap berhasil tersebar dan terlihat dalam pakaian tradisional negara Asia lain seperti Korea, Jepang, dan Vietnam.
Pada masa kini, busana Hanfu dikenakan sebagai pakaian adat tradisional Tiongkok oleh para peminat atau penggiat Sejarah Tiongkok terutama dalam film-film bergenre Wuxia Tiongkok. Busana ini juga dipakai pada acara-acara penganugerahan, seperti Anugerah Tahun Baru Imlek, pesta pernikahan dan lain-lain.
Qipao 旗袍
Qipao - Image from guratgaru.com
Qipao sendiri merupakan pakaian tradisional yang hadir pada masa pemerintahan dinasti Qing. Baju ini merupakan cikal bakal dari Cheongsam sehingga memiliki bentuk yang hampir sama. Perbedaannya hanya terletak pada motif, serta ukuran panjang lengan dan bagian kaki.
Bagian bawah Qipao lebih panjang jika dibandingkan dengan cheongsam, yaitu di bawah lutut. Qipao juga memiliki bentuk yang lebih longgar dan besar, sehingga tidak terlalu mengikuti lekuk tubuh. Seiring berjalannya waktu, Qipao menjadi lebih modern dan muncul dengan potongan yang ramping dan berbeda dari Qipao tradisional di Shanghai. Jika Anda ingin melihat gaun ini, Anda bisa menyaksikannya dalam pertunjukan Opera Peking
Feiyu飞鱼服
Pakaian prajurit China - Feiyu fu - Image from Huitu.com
Pakaian khas Tiongkok dengan motif naga dan burung mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Namun pakaian khas dinasti Ming memiliki busana tradisional yang memiliki pola seperti ikan terbang. Pakaian ini disebut Feiyu atau 飞鱼服 ‘flying fish’. Diharapkan pakaian Feiyu lebih populer sehingga memberikan representasi pakaian resmi Dinasti Ming.
Cheongsam
Busana Cheongsam - Image from guratgarut.com
Pakaian tradisional Tionghoa yang paling terkenal terutama di Indonesia adalah Cheongsam. Changpao (gaun panjang) Cheongsam sebenarnya adalah versi modern dari Qipao. Busana ini adalah pakaian tradisional yang paling populer dan sering digunakan di Tiongkok terutama saat Imlek sehingga busana ini terus berkembang mengikuti mode modern. Cheongsam biasanya terbuat dari sutra atau kain satin berwarna cerah dan dilengkapi dengan sulaman khas Tiongkok.
Cheongsam sendiri bermula dari penggulingan Dinasti Qing dan pendirian Republik Tiongkok pada tahun 1912. Saat itu para cendekiawan mulai memberontak terhadap nilai tradisional yang kurang memihak perempuan. Ada pergerakan masyarakat demokratis yang berbasis pada pendidikan dan emansipasi perempuan. Hal-hal tradisi seperti praktik mengikat kaki gadis muda sudah dilarang. Kemudian, sebagai demonstrasi, pada awal tahun 1920, para guru dan mahasiswa perempuan mulai melepaskan tradisi lama dan mengadopsi gaya berpakaian baru dengan Cheongsam. Pada tahun 1949 baju Cheongsam ini dibawa ke Hongkong dan menjadi populer. Hingga hari ini, jika Anda mengunjungi restoran dan hotel di Tiongkok, Anda pun masih akan melihat Cheongsam ini dikenakan sebagai seragam kerja.
Changshan長衫
Changshan - Image from Scrolin.com
Changshan adalah baju tradisional Tiongkok bagi pria yang juga masih sangat digemari hingga sekarang dan semakin modern. Kata Changshan sendiri dapat diartikan sebagai baju panjang. Dulunya, baju ini menjadi salah satu pakaian resmi yang banyak digunakan oleh kaum laki-laki untuk menghadiri berbagai acara. Karena Changshan merupakan salah satu pakaian yang digunakan oleh kalangan kelas atas, busana ini juga dulu menggambarkan kelas sosial seseorang.
Pada abad 17-20, baju Changshan menjadi pakaian wajib yang harus dikenakan oleh kaum laki-laki. Bahkan, laki-laki yang tidak mengenakan baju ini dikenakan sanksi. Namun seiring perkembangan zaman, peraturan tersebut mulai dihilangkan bersamaan runtuhnya dinasti Qing pada masa itu.
Warna Changshan pada umumnya merah cerah karena disesuaikan dengan kepercayaan rakyat Tionghoa bahwa warna merah membawa keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran.
Samfoo
Samfoo - Image from shopee.com
Samfoo (juga dikenal sebagai Samfu) seperti dimuat dalam kamus British English didefinisikan sebagai "sebuah busana kasual yang dikenakan wanita, yang terdiri dari blus dan celana panjang." Samfu sendiri merupakan pakaian sehari-hari yang populer di kalangan orang Tionghoa Selatan, Hong Kong, dan Singapura sampai pertengahan abad ke-20.
'Sam' merupakan pakaian atasan yang diamankan dengan kancing depan. Sementara 'Fu' merupakan celana longgar dengan ikat pinggang lebar yang diikat di pinggang dengan sabuk. Pada zaman dahulu, bahan dari busana ini berasal dari rami dan kapas yang diwarnai dengan warna gelap seperti hitam dan biru. Namun ada kalangan tertentu yang memakai Samfu dari kain sutra, satin, dan brokat.
Samfoo adalah pakaian yang dikenakan sebagai baju harian selain Cheongsam. Namun yang membedakannya, jika Cheongsam lebih populer di kalangan remaja putri, maka Samfoo lebih sering dikenakan oleh wanita paruh baya. Pakaian ini pun biasanya digunakan untuk bekerja di ladang, atau sekadar untuk bersantai di rumah.
Sebenarnya, terdapat pula Samfoo untuk pria dengan model yang sedikit berbeda dengan Samfoo untuk wanita. Samfoo untuk pria terdiri dari atasan dengan kerah tinggi dan lengan panjang dengan kancing khusus khas Tiongkok yang dilengkapi dengan celana panjang longgar.
Tangzhuang唐装
Baju couple khas Tiongkok - Image from IDN Times
Tangzhuang berbentuk seperti mantel dan biasa dipakai berpasangan. Metode pembuatan Tangzhuang menggabungkan elemen tradisional Tiongkok dengan teknik pemotongan pakaian ala barat. Secara harfiah, Tangzhuang berarti pakaian Dinasti Tang (618-907) meskipun faktanya pakaian ini sudah mengikuti mode masa kini.
Karakteristik busana Tangzhuang adalah kerah Mandarin dengan bukaan depan. Kemudian pembukanya berbentuk simetris dengan kerah yang berdiri tegak. Simpul khas Tionghoa yang menyerupai katak dibuat dengan tangan dan digunakan sebagai kancing. Bahan yang dipakai biasanya terbuat dari sutra atau brokat dengan penambahan gaya barat seperti bantalan bahu agar memberikan siluet yang lebih tegas. (*)
Advertisement