Lama Baca 3 Menit

China Desak Dialog Pengusiran Staf PBB oleh Ethiopia

08 October 2021, 09:47 WIB

China Desak Dialog Pengusiran Staf PBB oleh Ethiopia-Image-1

Kondisi masyarakat Ethiopia - Image from CGTN

Adis Ababa, Bolong.id - Perwakilan Tiongkok untuk PBB, Zhang Jun mendesak PBB dan pemerintah Ethiopia menyelesaikan konflik yang mengakibatkan pengusiran 7 staf PBB di Ethiopia.

Dilansir dari 海外网 pada Kamis (07/10/2021) Zhang Jun mengatakan:

"Prioritasnya sekarang adalah melakukan diplomasi diam-diam untuk mencegah kebuntuan," katanya di pertemuan Dewan Keamanan PBB di Adis Ababa, Ethiopia, Kamis (7/10/2021).

“Kami mendorong kedua belah pihak untuk menjaga kontak, bertukar informasi sepenuhnya, bekerja sama untuk mencari solusi, dan menghindari merusak kepercayaan dan kerja sama yang ada antara kedua belah pihak,” tambahnya.

Pemerintah Ethiopia mengumumkan pada 30 September bahwa tujuh pejabat PBB telah dinyatakan sebagai "persona non grata" karena "campur tangan dalam urusan dalam negeri" negara itu dan diberi waktu 72 jam untuk meninggalkan Ethiopia.

Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia "terkejut" atas pengusiran itu.

Zhang juga mengatakan bahwa kebutuhan kemanusiaan di wilayah Tigray di Ethiopia terus tumbuh, dan kerawanan pangan serta pengungsian tetap menjadi masalah akut. 

Dia mengatakan konflik bersenjata di negara itu menimbulkan tantangan bagi operasi kemanusiaan, menyerukan masyarakat internasional untuk memberikan bantuan kepada negara tersebut.

Pemerintah Ethiopia harus "diakui secara positif" atas langkah-langkahnya untuk memfasilitasi operasi kemanusiaan, termasuk menyederhanakan prosedur administrasi, mengurangi pos pemeriksaan, meningkatkan transportasi darat dan udara dan mengizinkan badan-badan kemanusiaan untuk membawa peralatan komunikasi ke daerah konflik, katanya.

Zhang mengatakan Tiongkok menyambut baik pemerintah negara itu yang baru dilantik.

"Tiongkok mendukung pemerintah Ethiopia dalam melakukan upaya berkelanjutan untuk mencapai persatuan di antara semua orang Ethiopia, mempromosikan dialog politik, dan bekerja secara kolektif untuk menjaga persatuan nasional dan membangun masa depan yang lebih cerah bagi negara itu," katanya.

“Masyarakat internasional harus terus memberikan bantuan kepada Ethiopia, sambil menghormati kedaulatan dan kepemilikan negara itu,” kata utusan itu.