Bendera AS - Image from Open Gov Partnership
Beijing, Bolong.id - Menurut laporan Global Times, Selasa (9/3/21) media AS mengungkapkan bahwa Presiden AS Joe Biden berencana mengundang Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga ke Gedung Putih untuk pertemuan puncak pada awal April.
Diduga, mereka akan membahas "China Challenge". Itu menunjukkan kepada internasional bahwa pemerintah AS memperhitungkan "China Threats". Maka, akan memposisikan AS-Jepang sebagai landasan stabilitas di Indo-Pasifik.
Tanggal pertemuan tersebut akan ditentukan sesuai situasi pandemi covid-19. Diperkirakan setelah Mei.
Menurut laporan media Jepang, topik utama KTT AS-Jepang diharapkan mencakup penguatan aliansi, memajukan realisasi "Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka" serta menanggapi pergerakan Tiongkok di Laut China Timur dan Laut China Selatan.
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Kato Katsunobu menunjukkan pada konferensi pers pada Senin (8/3/21) mengatakan: "Pada tahap ini, tidak ada jadwal khusus yang telah diputuskan."
Pada saat yang sama, juru bicara Gedung Putih juga berkata, "Presiden Biden berharap untuk bertemu dengan Perdana Menteri Yoshihide Suga, tapi Belum ada pertemuan yang dikonfirmasi."
Perlu dicatat bahwa sejak pemerintahan Biden berkuasa, banyak pejabat tinggi telah berbicara dengan pejabat Jepang di level yang sama dan menyebutkan Tiongkok.
Dalam konteks ini, apakah Yoshihide Suga akan menjadi pemimpin asing pertama yang mengunjungi Gedung Putih di era Biden dan pembahasan keduanya mendapat perhatian dari banyak pihak.
Selain itu, meski jadwal untuk KTT Jepang-AS belum ditentukan, Menteri Luar Negeri AS Blincoln dan Menteri Pertahanan Austin berencana mengunjungi Jepang pada pertengahan bulan ini. Mereka akan mengadakan pertemuan "2 + 2" dengan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi dan Menteri Pertahanan Nobuo Kishi.
Keduanya akan menjadi anggota kabinet yang akan mengunjungi Jepang untuk pertama kalinya sejak Biden menjabat. Media Jepang mengatakan bahwa kedua belah pihak kemungkinan besar akan membahas strategi untuk Tiongkok.
Mengenai hubungan Sino-AS, Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri Wang Yi dengan jelas mengatakan pada tanggal 7 bahwa,
Sebagai dua ekonomi teratas dunia, tidak mengherankan jika Tiongkok dan AS bersaing dalam integrasi kepentingan. Kuncinya adalah memiliki persaingan yang sehat atas dasar keadilan, tidak hanya untuk meningkatkan diri, tetapi juga untuk saling menerangi, daripada saling menyerang dan memainkan permainan zero sum.
Lebih penting lagi, terlepas dari kepentingan bersama kedua negara atau masyarakat dunia, kerja sama harus menjadi tujuan utama yang diupayakan oleh Tiongkok dan Amerika Serikat.
Diharapkan AS dan Tiongkok akan bertemu satu sama lain di tengah jalan dan mencabut berbagai batasan yang tidak masuk akal pada kerja sama Tiongkok-AS sejauh mungkin, apalagi menciptakan hambatan baru secara artifisial. (*)
Advertisement