Lama Baca 3 Menit

Shanghai Juarai Penjualan Ritel Barang-Barang Konsumsi

12 July 2020, 11:08 WIB

Shanghai Juarai Penjualan Ritel Barang-Barang Konsumsi-Image-1

IFC Mall Shanghai - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.


Shanghai, Bolong.id – Melansir China Daily, dari Januari hingga Mei lalu, Shanghai menempati peringkat pertama di antara semua kota di Tiongkok dalam hal total penjualan ritel barang-barang konsumsi, sedangkan Beijing memenangkan tempat kedua. Peringkat ini sedikit berubah dari tahun 2019, dengan kota tingkat pertama Chongqing melampaui Guangzhou.

Total penjualan ritel barang-barang konsumen telah mencatat kenaikan kuat di Tiongkok sejak pekerjaan dan produksi berkelanjutan secara teratur, hal ini dikarenakan pemerintah daerah mengambil berbagai langkah untuk merangsang konsumsi sosial, termasuk meluncurkan festival belanja, mengeluarkan voucher, dan menawarkan diskon untuk pembeli kendaraan.

Seperti yang dilaporkan salah satu portal berita, total penjualan ritel barang-barang konsumsi dari 2016 hingga 2019, Shanghai masih menempati peringkat pertama dalam lima bulan pertama tahun ini dengan total volume konsumsi yang terdaftar mencapai 549,92 miliar yuan atau sekitar 1.100 triliun rupiah. Di samping itu, Shanghai menjadi satu-satunya kota di Tiongkok dengan pengeluaran sosial melebihi 500 miliar yuan atau setara dengan seribu triliun rupiah. Pada bulan Mei lalu, total penjualan ritel barang-barang konsumsi Shanghai mencapai 129,07 miliar yuan atau sekitar 264 triliun rupiah, meningkat 0,6 persen dari tahun sebelumnya dan tingkat pertumbuhan bulanan berubah positif.

Untuk meningkatkan ekonomi yang terkena dampak wabah COVID-19, otoritas Shanghai meluncurkan festival belanja "5 Mei" yang berlangsung selama dua bulan. Dalam festival belanja ini, otoritas Shanghai mengeluarkan total kupon dan voucher senilai 28,6 miliar yuan atau sekitar 57 trilin rupiah. Selain itu, perusahaan SAIC Motor (汽车集团) dan pabrikan mobil lokal lainnya menawarkan potongan harga paling banyak sebesar 45 persen untuk pembelian kendaraan. Hal ini telah berhasil meningkatkan konsumsi mobil dengan penjualan pada bulan Mei lalu naik 8,9 persen dari tahun-ke-tahun. (*)