Lama Baca 3 Menit

Gao Fu Telah Divaksinasi, Permintaan Vaksin COVID-19 Terus Meningkat

31 July 2020, 21:22 WIB

Gao Fu Telah Divaksinasi, Permintaan Vaksin COVID-19 Terus Meningkat-Image-1

Gao Fu (高福) - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Tiongkok, Bolong.id – Dilansir Sina News, situasi COVID-19 global masih memburuk. Negara-negara berlomba melawan waktu untuk mengembangkan vaksin agar bisa mengalahkan COVID-19.

Lima vaksin COVID-19 telah disetujui untuk uji klinis, dua di antaranya telah memasuki uji klinis fase III, dan empat obat antibodi penetralisasi telah disetujui untuk uji klinis. Minggu ini, Moderna, Pfizer/BioNTech umumkan mereka telah merekrut 30.000 sukarelawan, dan memulai uji klinis Fase III vaksin COVID-19 gelombang pertama di Amerika Serikat.

Sedangkan Rusia mengatakan telah membuat kemajuan dalam penelitian dan pengembangan vaksin dan akan menyetujui peluncuran vaksin yang dikembangkan pada awal Agustus mendatang.

Di sisi lain, 28 Juli lalu Gao Fu (高福), direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (中国疾病预防控制中心), mengatakan ia telah divaksinasi dengan eksperimen vaksin COVID-19. Ia melakukannya lantaran ingin meningkatkan kepercayaan publik terhadap vaksin, terutama pada saat sentimen anti-vaksinasi menyebar. Sebab, sentimen ini mulai memunculkan teori konspirasi dan memicu orang untuk menyerang ilmuwan.

Hingga saat ini, vaksin COVID-19 belum diedarkan di pasaran. Namun beberapa negara seperti AS, negara di Eropa dan Jepang telah melakukan pemesanan. AS akan membayar USD1,95 miliar atau Rp27 triliun dan membeli 600 juta dosis vaksin kepada Pfizer dan Jerman BioNTech jika vaksin mereka terbukti aman.

Gao Fu Telah Divaksinasi, Permintaan Vaksin COVID-19 Terus Meningkat-Image-2

Ilustrasi Vaksin COVID-19 BioNTech -  Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Selain itu, Pfizer umumkan akan memberi 30 juta dosis vaksin ke Inggris pada akhir 2020 dan 2021 mendatang. Sebaliknya, Inggris juga akan membeli 60 juta dosis vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan biotek Perancis Valneva. Sedangkan Jerman, Prancis, Italia dan Belanda melakukan pemesanan 400 juta dosis vaksin AstraZeneca. Jepang juga memulai negosiasi dengan AstraZeneca mengenai penyediaan 100 juta dosis vaksin COVID-19 pada 20 Juli lalu.

Sedangkan pasar Tiongkok mempertimbangkan kebijakan pencegahan dan pengendalian COVID-19 yang merujuk pada model vaksinasi influenza H1N1. Diasumsikan bahwa tingkat vaksinasi di masa depan dari vaksin COVID-19 di Tiongkok adalah 60% -80%, prosedur vaksinasi adalah 2 dosis per orang. Harga pembelian dan penyimpanan rata-rata adalah CNY20-30 atau sekitar Rp40-60 ribu/ potong. (*)