Lianhua Qingwen Terima Persetujuan Internasional Pertama untuk Obat COVID-19 - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Kuwait City, Bolong.id - Pemerintah Kuwait telah memberi stempel pada obat herbal tradisional Tiongkok untuk pengobatan COVID-19, kata produsen obat Shijiazhuang Yiling Pharmaceutical. Ini adalah pertama kalinya Lianhua Qingwen diberikan izin di negara selain Tiongkok untuk mengobati gejala yang disebabkan oleh kasus COVID-19 ringan dan sedang.
"Lianhua Qingwen, obat tradisional Tiongkok yang telah dipatenkan dan banyak digunakan di Tiongkok untuk merawat pasien yang menderita virus corona baru, telah disertifikasi oleh Administrasi Pendaftaran dan Pengendalian Farmasi dan Obat Herbal Kuwait untuk pengobatan gejala yang disebabkan oleh COVID-19," terang Yiling Pharma, dilansir dari gmpnews.net, Kamis (31/12/2020).
Kapsul tersebut akan terdaftar sebagai obat yang dapat digunakan untuk mengobati gejala demam, batuk, nyeri otot, hidung mampet, pilek dan sakit kepala yang disebabkan oleh penyakit virus, antara lain influenza musiman, influenza, virus Influenza A subtipe H1N1, Severe Acute Respiratory Syndrome, serta kasus COVID-19 ringan dan sedang, kata Shijiazhuang, perusahaan yang berbasis di Provinsi Hebei utara.
Sementara itu, Lianhua Qingwen, yang dikenal memiliki khasiat anti virus dan anti inflamasi, sudah memiliki izin untuk dijual di beberapa pasar luar negeri termasuk Brazil, Indonesia, Kanada, Romania, Thailand dan Singapura.
Obat herbal ini terdiri dari sejumlah tanaman yang terkenal akan khasiatnya termasuk Lonicera japonica dan Fructus forsythia. Bahan lain, Pogostemon cablin, digunakan untuk menghentikan diare dan untuk mengobati infeksi virus pada saluran pencernaan.
Lianhua Qingwen telah melonjak popularitasnya sejak wabah COVID-19. Tahun lalu, obat herbal ini menyumbang 29 persen dari total pendapatan Yiling Pharma, sebesar RMB1,7 miliar (sekitar Rp3,6 triliun). Sementara penjualan di paruh pertama 2020 telah mencapai RMB2 miliar (sekitar Rp4,2 triliun), yang merupakan 45 persen dari total aliran pendapatan perusahaan.
Namun, Yiling Pharma juga menjelaskan bahwa penjualan luar negeri hanya menyumbang sebagian kecil dari pendapatan perusahaan dan tidak memiliki dampak signifikan pada kinerja perusahaan. (*)
Advertisement