Lama Baca 3 Menit

Ternyata Indonesia Sudah Buka Penerbangan ke Tiongkok Lagi

03 September 2020, 10:00 WIB

Ternyata Indonesia Sudah Buka Penerbangan ke Tiongkok Lagi-Image-1

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Jakarta, Bolong.id - Sejak bulan Agustus lalu, Garuda Indonesia dan Citilink ternyata sudah membuka kembali jalur penerbangan ke Tiongkok dengan mengikuti kebijakan yang diterapkan di Tiongkok. Hal ini disampaikan oleh perwakilan dari PT Garuda Indonesia Tbk.

Sistem penerbangan yang dipakai Tiongkok adalah “reward and punishment” dengan diberlakukannya penerbangan satu kota, satu maskapai, dan satu penerbangan per minggunya. Di bawah kebijakan tersebut, maskapai penerbangan harus menangguhkan penerbangan tujuan ke Tiongkok selama seminggu, jika terdapat lima penumpang yang dinyatakan positif COVID-19. Jika jumlahnya melebihi 10, maskapai harus menangguhkan penerbangan selama empat minggu. Sebagai insentif, maskapai dapat meningkatkan jumlah penerbangan internasional menjadi dua kali per minggu ke rute yang sama jika selama tiga minggu berturut-turut tidak ada penumpang yang dinyatakan positif COVID-19. 

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan bahwa mayoritas penerbangan yang dilakukan adalah penerbangan carter untuk membawa kembali warga Tiongkok dari Indonesia dan sebaliknya.

"Garuda Indonesia terbang ke Chengdu dan Citilink juga terbang ke Kunming. Tapi mayoritas carter ada pengaturan membawa warga Tiongkok kembali ke negaranya," kata Irfan, dikutip dari CNBC, Rabu (2/9/2020).

Akibat pandemi COVID-19, Garuda Indonesia telah menutup seluruh penerbangan ke Tiongkok sejak Februari 2020 lalu. Irfan menjelaskan bahwa saat itu kebijakan tersebut diambil menyusul peningkatan skala penyebaran COVID-19 dan status darurat global yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan merupakan bentuk komitmen serta dukungan penuh Garuda Indonesia terhadap pemerintah dalam upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19.

Selain itu, Indonesia dengan Tiongkok juga telah secara resmi meluncurkan pengaturan jalur cepat yang digunakan untuk pergerakan orang dan barang demi mengatasi masalah pandemi COVID-19, menjaga kelancaran arus industri dan rantai pasokan, serta membantu pemulihan ekonomi satu sama lain pada 20 Agustus 2020 lalu. (*)